Breaking News:

Berita Internasional

Putri Syekh Dubai Kirim Pesan Rahasia Mengaku Disekap Keluarga, Dibius Tentara saat Berusaha Kabur

Dia mengirimkan pesan rahasia dalam video ke teman-temannya berisi tuduhan bahwa ayahnya "menyekapnya" dan ia ketakutan.

Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com/Istimewa
Latifa merekam video pada 2018 dan disiarkan ketika ia gagal melarikan diri.(DOK PRINCESS LATIFA via BBC INDONESIA) 

Syeikh Mohammed berhasil membangun kota itu namun para pegiat hak asasi mengatakan tak ada toleransi terhadap mereka yang menentang penguasa dan sistem peradilan dapat mendiskriminasikan perempuan.

Syeikh Mohammed memiliki usaha balap kuda dan sering menghadiri acara besar termasuk Royal Ascot di Inggris, dan pernah berfoto dengan Ratu Elizabeth II.

Namun sang syeikh sering menghadapi kritikan berat terkait perlakuan terhadap Putri Latifa dan ibu tirinya, Putri Haya Bint Al Hussain, yang lari ke London pada 2019 dengan dua anaknya. 

Lari dengan kapal

Latifa, kini berusia 35 tahun, pertama mencoba lari pada usia 16 tahun setelah mengontak pengusaha Perancis Herve Jaubert pada 2011, dengan menyusun rencana pelarian.

Ia dibantu oleh Jauhiainen, yang sebelumnya adalah instruktur capoeira, seni bela diri Brasil.

 
Pada 24 Februari 2018, Latifa dan Jauhiainen dengan kapal karet dan jet ski berupaya menuju ke perairan internasional, tempat Jaubert menunggu dengan kapal pesiar berbendera Amerika Serikat.

Namun delapan hari kemudian, di lepas pantai India, kapal itu diserbu tentara.

Jauhiainen mengatakan, mereka menggunakan granat asap agar dia dan Latifa keluar dari tempat persembunyian di kamar mandi di dek bawah dan mereka ditodong dengan senjata.

Latifa dibawa ke Dubai dan tak terdengar lagi nasibnya sejak itu sampai sekarang.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved