Breaking News:

Berita Internasional

Putri Syekh Dubai Kirim Pesan Rahasia Mengaku Disekap Keluarga, Dibius Tentara saat Berusaha Kabur

Dia mengirimkan pesan rahasia dalam video ke teman-temannya berisi tuduhan bahwa ayahnya "menyekapnya" dan ia ketakutan.

Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com/Istimewa
Latifa merekam video pada 2018 dan disiarkan ketika ia gagal melarikan diri.(DOK PRINCESS LATIFA via BBC INDONESIA) 

Jauhiainen dan awak kapal dibebaskan setelah dua minggu ditahan di Dubai.

Pemerintah India tak pernah berkomentar apa peran mereka dalam insiden itu.

Sebelum mencoba melarikan diri pada 2018, Latifa merekam video lain yang diunggah di YouTube setelah ia ditangkap.

"Bila Anda menonton video ini, bukan kabar baik, mungkin saya meninggal atau saya berada dalam kondisi yang sangat sangat sangat buruk," katanya.

Video inilah yang memicu keprihatinan banyak pihak yang kemudian menyerukan agar ia dibebaskan.

Uni Emirat Arab menghadapi tekanan besar untuk bertanggung jawab terhadap Latifa dan pertemuan dengan Robinson diselenggarakan setelah itu.

Pertemuan dengan Robinson

Robinson terbang ke Dubai pada Desember 2018 atas permintaan rekannya, Putri Haya, untuk makan siang bersama.

Putri Latifa juga hadir.

 
Robinson mengatakan kepada Panorama ia dan Putri Haya diberitahu soal kondisi bipolar Latifa, penyakit yang tidak dia alami.

Ia mengatakan ia tidak bertanya kepada Latifa soal kondisinya karena ia tidak ingin "menambah trauma" nya.

Sembilan hari setelah makan siang itu, Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab menerbitkan foto Robinson dengan Latifa, yang menurut mereka menunjukkan Latifa dalam kondisi sehat dan aman.

Robinson mengatakan, "Saya jelas diperdaya melalui foto yang diterbitkan itu.

Mengejutkan... saya benar-benar kaget."

Pada 2019, ketegangan dalam keluarga penguasa Dubai terungkap di Pengadilan Tinggi Inggris setelah salah seorang istri syekh, Putri Haya, lari ke Inggris dengan dua anaknya dan meminta perlindungan agar tak disiksa oleh syeikh.

Tahun lalu, Pengadilan Tinggi Inggris, mengeluarkan serangkaian temuan bahwa Syeikh Mohammed memerintahkan kembalinya Latifa secara paksa pada 2002 dan 2018, serta dibawa paksa dari Inggris kakaknya, Putri Shamsa pada tahun 2000, saat ia juga mencoba melarikan diri. 

Pengadilan menyebutkan Syeikh Mohammed "tetap menerapkan ketetapan dengan menekan kebebasan dua perempuan muda ini."

Rekan-rekan Latifa berharap pengadilan pada bulan Maret tahun lalu yang menetapkan bahwa Syeikh Mohammed, "tidak jujur" dan memenangkan Putri Haya, dapat membantu kasus Latifa.

Terkait keputusan mengapa ia mau berkomentar sekarang, Jauhiainen hanya mengatakan "banyak waktu terbuang" sejak hilang kontak.

Ia mengatakan ia sering terpikir untuk mengeluarkan pesan video itu dan menambahkan, "Saya rasa ia ingin kami berjuang untuknya, dan tidak menyerah."

Pemerintah Dubai dan Uni Emirat Arab tidak membalas permintaan BBC untuk memberi komentar tentang kondisi Latifa saat ini. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kisah Putri Latifa, Anak Syekh Dubai yang Disekap Keluarganya Sendiri dan Ketakutan"

Baca juga: Eks Pemain Liga Italia Ditangkap Polisi karena Tanam Ganja, Pernah Perkuat Juventus hingga AS Roma

Baca juga: Sengketa Hasil Pilkada Rembang Ditolak Mahkamah Konstitusi, Ini Alasannya

Baca juga: Bongkar Perilaku Suami, Nindy Ayunda Bawa Bukti KDRT hingga Ungkap Perselingkuhan

Baca juga: Pelantikan Bupati dan Wali Kota Terpilih di Jateng Ditunda, Gubernur Tunjuk Sekda Sebagai Plh

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved