Breaking News:

Sobirin Dirikan Singo Barong Mewadahi Pemuda Cinta Budaya

Singo barong merupakan penggambaran dari keangkaramurkaan atau kejahatan, lalu dikalahkan oleh pasukan kuda lumping.

tribunjateng/ist
Paguyuban Singo Barong Ronggo Sukmo dari Gondang Cepiring Kabupaten Kendal asuhan Sobirin. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Paguyuban Singo Barong Ronggo Sukmo dari Gondang Cepiring Kabupaten Kendal dibentuk sejak tahun 1998 dan hingga kini masih lestari. Sobirin (46) selaku penanggung jawab paguyuban tersebut menerangkan apa ciri khas dari Ronggo Sukmo.

Dia terangkan bagaimana budaya dan agama berjalan beriringan dan punya hubungan erat tanpa benturan. Jadi salah satu upaya melestarikan Singo Barong Ronggo Sukmo khas Kendal ini bagian dari usaha cinta budaya dan agama.

Menurutnya, Singo barong merupakan penggambaran dari keangkaramurkaan atau kejahatan, lalu dikalahkan oleh pasukan kuda lumping. Padahal Singa Barong memiliki kesaktian hebat. Namun karena sosok kejahatan, maka bisa dikalahkan oleh kuda lumping.

Paguyuban Singo Barong Ronggo Sukmo didirikan untuk mewadahi para pemuda agar punya kegiatan positif dan cinta budaya. Jangan sampai pemuda terjerumus pada kegiatan sia-sia dan merugikan dirinya.

Akhirnya terpikirkanlah ia untuk mendirikan paguyuban seni Singo Barong ini. Dia menepis Singo Barong identik dengan permainan setan atau roh halus. Menurut Sobirin, paguyuban yang ia dirikan tidak menggunakan panggilan makhluk halus dari dunia lain.

"Ketika kami tampil, roh-roh (jin) tersebut masuk sendiri dari alam tanpa kami memanggilnya. Itu bedanya," terang Sobirin kepada Meilani Esti Mulya Putri, mahasiswa UIN Walisongo magang Jurnalistik di Tribunjateng.com, Senin (15/2/2021).

Sobirin menuturkan, tontonan jangan hanya dijadikan tontonan tapi jadikanlah tuntunan. Setelah menjadi tuntunan, jadikanlah tatanan. Jadi menata apapun melalui tuntunan, seperti menata hati, menata teman-teman agar berada di jalan yang lurus dan tidak meninggalkan agamanya.

Dulu awal mula tahun 1998 dibentuk, Singo Barong hanya bermodal Rp 1 juta. Itu hasil iuran anak-anak yang ingin bergabung dan bantuan teman-teman. Saat tampil perdana mereka hanya dibayar Rp 50 ribu.

Kemudian Kendal mengadakan kontes kesenian, dan Singo Barong Ronggo Sukmo berhasil menjadi juara. Sejak itu masyarakat makin memberikan dukungan kepada Singo Barong. Kini, mereka sudah memiliki fasilitas sendiri dan juga membuat kepala barongan sendiri.

Sampai saat ini anggota yang sudah bergabung sebanyak 60 orang. Namun untuk melakukan pertunjukan, 30 orang sudah cukup. Paguyuban yang ditampilkan yaitu barongan, jatilan, kuda lumping dan burok. Sobirin hanya menampilkan kesenian asli Kendal.

"Kami ada latihan tiap Jumat sore dan Minggu pagi. Tiap waktu azan berkumandang kami segerakan shalat dan istirahat. Dan tiap Jumat kami adakan tahlilan di tempat penyimpanan Singo Barong ini," terang Sobirin. (Tribunjateng/wid)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved