Breaking News:

Berita Semarang

Di Depan Anggota Komisi IV DPR, PWNU Jateng Serukan Revolusi Hijau Pertanian Organik

PWNU Jateng meminta pemerintah mengembalikan sistem pertanian organik yang ramah lingkungan.

Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Anggota Komisi IV DPR RI, Luluk Nur Hamidah (kanan) di Kantor PWNU Jateng. 

Sebenarnya petani Indonesia sudah lama menggunakan sistem pertanian organik berbasis alam. Namun pada tahun 1976 hingga 1980, sistem tersebut diubah pemerintah menjadi pertanian kimia. Akibatnya petani menjadi tergantung pada pupuk subsidi.

Di sisi lain, kata dia, ada sejumlah petani lokal yang berupaya berinovasi menerapkan pertanian organik karena terdesak harga pupuk kimia yang langka dan mahal.

Dari sisi benih, pengolahan, pupuk, obat-obatan dilakukan secara organik. Namun menjadi kendala ketika inovasi pertanian tersebut ingin diinformasikan ke para petani lain lantaran harus mengantongi sertifikasi dari pemerintah serta izin edar.

"Ada inovasi pertanian yang hasilnya nyata dan berhasil. Tapi untuk dipakai yang lain harus sertifikasi dan mengeluarkan ratusan juta. Petani sebetulnya pandai," ujarnya.

Karena itu, Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PWNU Jateng ingin membumikan pertanian organik.

"Pertanian organik yang merupakan soko guru yang diidamkan Syekh KH Hasyim Asyari. LPP PWNU mengembangkan Integrated Organic Farming (IOF). Dari ternak, perikanan, pertanian, bahkan produk hasil itu layak dikonsumsi dan bahan makanan halalan thoyiban karena tidak mengandung kimia yang membahayakan. Segalanya yang merugikan kan tidak halal," kata Wakil Ketua LPP PWNU Jateng, Musthofa.

Menurutnya, sudah sepatutnya pertanian membawa maslahat bagi manusia, lingkungan, flora dan fauna, bukan sebaliknya.

Merespon hal tersebut, anggota DPR RI, Luluk Nur Hamidah mengatakan pemerintah perlu memberikan dukungan kepada petani yang memiliki inovasi dalam sistem produksi pangan.

Wakil rakyat yang duduk di komisi bidang pangan ini menilai, pertanian banyak memberikan kontribusi dalam sektor pangan di Indonesia. Namun, lanjutnya, negara belum terlalu hadir untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan petani.

"Saya berupaya menghimpun segenap potebsi pertanian, yang sudah dilakukan oleh NU melalui Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP). Saya dapat masukan luar biasa, dan saya berpikir bagaimana negara harus berpihak kepada para petani," katanya.

Halaman
123
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved