Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Intan Jaya Mencekam Diteror KKB, Polisi Tetapkan Siaga Satu

Situasi Kabupaten Intan Jaya, Papua, berubah menjadi mencekam akibat teror tiada henti yang dilancarkan kelompok kriminal bersenjata ( KKB).

Kompas.com/Istimewa
Warga dari Kampung Mamba, Distrik Sugapa, hendak mengungsi ke Kompleks Pastoran Gereja Katolik Santo Mikael Bilogai, Intan Jaya, Papua, Senin (15/2/2021)(Istimewa) 

TRIBUNJATENG.COM - Situasi Kabupaten Intan Jaya, Papua, berubah menjadi mencekam akibat teror tiada henti yang dilancarkan kelompok kriminal bersenjata ( KKB).

KKB melancarkan aksi-aksi penembakan, serta memasuki kawasan kota.

Pihak kepolisian bahkan sudah menetapkan status keamanan siaga satu.

Baca juga: Viral Warga Solo Ramai Kembalikan Buku Terbitan Tiga Serangkai, Kaitan Kasus Ujaran Kebencian

Baca juga: Warga Hancurkan Kepala Buaya Pemangsa Ilham Anak 8 Tahun

Baca juga: Warga Babel Bakar Rumah dan Mobil Orangtua di Pemalang: Dia Gak Gila Lho

Baca juga: Dikira Ngangkut Narkoba, Polisi Kaget Mobil Xenia Ini Berisi 3 Ekor Sapi, Penumpang Kabur

Buntutnya, warga empat kampung mengungsi ke Kompleks Pastoran Gereja Katolik Santo Mikael Bilogai, Distrik Sugapa.

"Warga mengungsi karena aksi KKB yang tidak hanya mengincar aparat keamanan, namun juga mereka.

KKB sudah menempatkan anggotanya hingga di Sugapa," ujar Kapolres Intan Jaya Ajun Komisaris Besar I Wayan G Antara, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (17/2/2021).

Polisi telah diminta warga untuk tidak lagi beraktivitas pada pukul 17.00 WIT.

"Kami telah memberikan bantuan makanan dan kebutuhan pokok lainnya bagi warga yang mengamankan diri di komplek pastoran.

Hingga saat ini kami terus mendata, warga yang berlindung di komplek gereja," tutur Wayan.

Sementara ini, walau situasi mencekam, warga di Sugapa tetap beraktivitas dari pagi hingga sore hari.

"Tadi warga masih jualan," kata dia.

Diketahui, warga yang mengungsi di Kabupaten Intan Jaya terus bertambah.

Sampai Senin (15/2/2021), jumlahnya telah mencapai sekitar 1.000 orang.

Mereka mengungsi ke Kompleks Pastoran Gereja Katolik Santo Mikael Bilogai, Distrik Sugapa.

Ketakutan jadi korban konflik bersenjata antara aparat keamanan dengan KKB menjadi alasan warga mengungsi.

"Pengungsi tambah dari Mamba, dari (sebelumnya) 600 orang lalu tambah dari Mamba sekitar 400-500 orang, jadi sekarang sudah sekitar seribu orang," ujar Adminstator Diosesan Keuskupan Timika, P Marthen Kuayo, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (16/2/2021). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Teror KKB, Intan Jaya Berubah Mencekam, Polisi Tetapkan Siaga Satu"

Baca juga: Takut Disuntik Vaksin Covid-19, Warga 1 Dusun Sembunyi di Hutan

Baca juga: Hasil Everton vs Manchester City, Pep Guardiola Bawa City Dekati Juara

Baca juga: Warga Tuban yang Ramai-Ramai Borong Mobil Awalnya Menolak Keras Tanahnya Dijual ke Pertamina

Baca juga: Kisah Warga Tuban yang Borong Mobil, Dapat Rp 18 M untuk Beli HRV, Innova dan Naik Haji Sekeluarga

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved