Breaking News:

KKN Undip

Kokedama Teknik Menanam Ala Jepang Diperkenalkan Mahasiswa KKN Undip Bantu Kurangi Pot Plastik

Metode tanam dari Jepang, Kokedama, memberikan inovasi dan menggugah kreatifitas di masa pandemi yang sedang berlangsung saat ini.

IST
Mahasiswa KKN Undip, Fathoroni Alfajar Navian mendampingi warga menamam dengan metode dari Jepang, Kokedama. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berdasarkan hasil survei dan observasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro di RT 2 RW 1 Tembalang, Kota Semarang, masih banyak warga-warga yang menggunakan pot plastik sebagai media untuk menanam.

Metode tanam dari Jepang, Kokedama, memberikan inovasi dan menggugah kreatifitas di masa pandemi yang sedang berlangsung saat ini.

Menurut mahasiswa KKN Undip, Fathoroni Alfajar Navian, metode ini juga cukup terkenal di kalangan para penyuka tanaman hias.

Karena terkesan minimalis dan dapat diletakan di mana saja karena ukurannya yang kecil dan dapat diletakan dengan cara digantungkan dengan tali.

Kokedama diartikan secara harfiah menjadi, bola lumut, karena dalam pembuatannya menggunakan media lumut sebagai pembungkus tanamannya.

Namun dalam KKN ini mahasiwa menggunakan serabut kelapa sebagai gantinya karena lebih mudah didapat dan terjangkau.

Mengingat himbauan dari ketua RT 2 RW 1, tidak diperbolehkan mengumpulkan banyak orang terlebih di zona rawan, sehingga peserta dibatasi saja.

Dimulai dari pengenalan apa itu Kokedama kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan metode tanam Kokedama bersama warga.

Penanaman dengan metode tanam Kokedama dilakukan bersama warga agar warga mengetahui apa saja alat dan bahan yang dibutuhkan serta bagaimana cara pembuatannya.

Cara pembuatannya yang tidak rumit dan menggunakan bahan yang mudah didapat memudahkan warga dalam mencoba membuat sendiri di rumah.

Dengan dilakukannya pengenalan dan praktik penanaman dengan metode Kokedama diharapkan masyarakat tekhususnya warga RT 2 RW 1 Tembalang dapat mengenal sedikit tentang budaya Jepang dan dapat mengganti metode penanamannya agar dapat mengurangi penggunaan limbah plastik. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved