Breaking News:

Berita Karanganyar

Objek Wisata Candi Sukuh dan Candi Cetho di Karanganyar Dibuka untuk Umum Mulai Besok

Objek wisata Candi Sukuh dan Candi Cetho yang berada di Kabupaten Karanganyar secara resmi dibuka kembali untuk umum mulai besok

Penulis: Agus Iswadi | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Situasi di Candi Cetho Jenawi Karanganyar saat libur panjang hari kedua, Kamis (29/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGAYAR - Objek wisata Candi Sukuh dan Candi Cetho yang berada di Kabupaten Karanganyar secara resmi dibuka kembali untuk umum mulai besok, Jumat (19/2/2021). 

Seperti diketahui bersama,  dua situs candi itu sempat ditutup sementara sejak diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap pertama hingga hari ini. 

"Besok pagi mulai kita buka secara resmi untuk Sukuh dan Cetho," kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto saat dihubungi Tribunjateng,com. 

Dia menuturkan, pertimbangan dibukanya objek wisata itu lantaran adanya tren penurunan penyebaran virus Covid-19. Di sisi lain, ada mekanisme penanganan Covid-19 yang efektif dengan diberlakukannya PPKM berbasis mikro. 

Titis menjelaskan, Pemkab melalui Disparpora telah mengusulkan surat permohonan izin terkait operasional dua situs candi itu ke Kemendikbud bertepatan saat diterapkannya PPKM mikro. 

"Penutupan sejak PPKM pertama, PPKM kedua berlanjut dan PPKM ketiga kita buat surat karena melihat perkembangan (kasus Covid-19) dan kemudian diizinkan beroperasi. Surat sudah turun," ucapnya. 

Lanjutnya, hingga saat ini masih ada dua objek wisata di Kabupaten Karanganyar yang tutup yakni Museum Dayu dan Edupark Intanpari. 

Sementara itu, meski Candi Cetho dan Sukuh sudah diperbolehkan untuk beroperasi, Disparpora Karanganyar akan menerapkan protokol kesehatan kepada wisatawan. 

Berdasarkan surat dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng nomor 072/F7.4/KB/2021 tentang pemanfaatan situs Candi Sukuh dan Cetho. Dua situs candi tersebut dapat dibuka mulai Jumat (19/2/2021) dengan protokol pemanfaatan cagar budaya sebagai objek wisata di masa kenormalan baru. 

Di antaranya, sebelum dibuka dilakukan pembersihan dan desinfeksi di lingkungan situs candi, pembatasan pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas normal, waktu operasional mulai 08.00 hingga 15.00 dan ada penambahan petugas yang khusus menangani penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung. (Ais). 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved