Pendidikan

Perguruan Tinggi di Semarang Siapkan Mahasiswa Ikuti Program Kampus Mengajar

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim telah meluncurkan program Kampus Mengajar, beberapa waktu lalu.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Mahasiswa perguruan tinggi di Semarang melakukan praktik pengalaman lapangan (PPL) di sebuah sekolah, beberapa waktu lalu. Foto diambil sebelum terjadi pandemi Covid-19. 

Penulis: Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim telah meluncurkan program Kampus Mengajar, beberapa waktu lalu. Program Kampus Mengajar adalah kegiatan mengajar di sekolah yang merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Program Kampus Mengajar tersebut disambut baik berbagai perguruan tinggi berbasis keguruan dan ilmu pendidikan di Kota Semarang. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Turahmad mengatakan, Unissula telah menghimpun mahasiswa yang akan mengikuti program tersebut.

"Kami sudah menghimpun para mahasiswa yang akan ikut program Kampus Mengajar. Dan jumlahnya cukup banyak yang berminat," kata Turahmad, kepada Tribun Jateng, Kamis (18/2/2021).

Melalui program Kampus Mengajar, mahasiswa hadir sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi. Program tersebut juga untuk membantu pembelajaran di masa pandemi, terutama untuk Sekokah Dasar (SD) di daerah yang tertinggal, terdepan dan terluar atau 3T.

Terkait sekolah penempatan, Turahmad mengatakan, Unissula sebagai perguruan tinggi di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA), telah menyiapkan semua SD yang berada dalam pengelolaannya. SD Sultan Agung tersebut tersebar di beberapa daerah di Jawa Tengah.

"Untuk SD tempat praktik mengajar, nanti bisa di SD yang juga di bawah YBWSA. Dan itu sudah kami siapkan," paparnya.

Hanya saja, pihaknya masih menunggu ketentuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait penempatan sekolah. Jika mengharuskan praktik dilakukan di daerah 3T, pihaknya pun siap.

Saat ini, Unissula telah menjalin kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah baik di Jawa maupun di luar Jawa. Bahkan FKIP Unissula sendiri telah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) di beberapa daerah lainnya, di antaranya di Sulawesi Tenggara.

"Kalau harus di luar Jawa, kami siap karena sudah ada kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah dan dinas pendidikan. Apalagi kalau di Jawa Tengah, kami juga sangat siap," jelasnya.

Dikatakannya, program Kampus Mengajar sesuai dengan keinginannya untuk mengubah konsep Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) para mahasiswa calon guru. Hanya saja, konsep PPL dulunya hanya dilaksanakan antara 1,5 bulan sampai 2 bulan saja.

Dengan jangka waktu yang relatif singkat, kata Turahmad, pengalaman mengajar para mahasiswa masih belum matang. Sehingga ia ingin konsep PPL waktunya diperpanjang minimal 6 bulan atau 1 semester.

"Dengan PPL 1 semester, maka pengalaman mahasiswa di lapangan cukup matang. Sehingga bisa melihat secara langsung dunia pendidikan di sekolah. Dan kami bersyukur keinginan itu diwujudkan Mendikbud melalui program ini," tandasnya.

Para mahasiswa yang telah mendaftar di kampus untuk mengikuti program tersebut, lanjutnya, berasal dari berbagai program studi. Mereka juga dari berbagai tingkat semester. Nantinya mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi program Kampus Mengajar akan mendapatkan bantuan pembayaran UKT, pemberian uang saku, dan pengakuan konversi mata kuliah sebesar 12 SKS.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved