Breaking News:

Berita Video

Video PKL di Kali Es Sawah Besar Semarang Menolak Direlokasi

Paguyuban PKL Manunggal Jaya Abadi yang menempati Kali Es, Kelurahan Sawah Besar, menolak direlokasi.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video PKL di Kali Es Sawah Besar Semarang menolak direlokasi.

Paguyuban pedagang kaki lima (PKL) Manunggal Jaya Abadi yang menempati Kali Es, Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, menolak untuk direlokasi. Penolakan tersebut disampaikan perwakilan pedagang saat beraudiensi dengan DPRD Kota Semarang, Rabu (17/2/2021).

Pengurus Paguyuban Manunggal Jaya Abadi, Bagus Novanto Bagaskara mengatakan, sosialisasi relokasi sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang. Sosialisasi pertama, pihak kecamatan memberitahu mengenai rencana normalisasi Kali Es dan pembangunan Jalan Sawah Besar Raya.

Sosialisasi kedua dilakukan Juli 2020 lalu. Pemerintah meminta para pedagang untuk membongkar lapaknya pada Agustus 2020. Mereka diminta pindah ke Pasar Dargo dan Penggaron. Namun, hingga saat ini belum ada titik temu. Pedagang tetap kekeh menolak relokasi. Alasannya, PKL yang direlokasi oleh Pemkot ke Dargo maupun Penggaron saat ini kondisinya sangat sepi.

"Seperti diketahui, semua paham PKL yang dikirim ke Dargo pasti mati," ucap Bagus.

Sebelumnya, kata dia, di sebelah utara Jalan Sawah Besar atau tempat PKL ini kerap dijadikan lokalisasi. Namun, lurah lama meminta untuk digunakan berjualan agar tidak lagi digunakan tempat maksiat.

"Nah setelah lokalisasi tidak ada, kami malah mau digusur. Pedagang disana macam-macam, ada yang berdagang onderdil, bengkel, warungan," ujarnya.

Disampaikan Bagus, ada 81 PKL di sana. Seluruhnya mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah. Apabila ada penataan, pedagang siap asalkan tetap bisa berjualan di lokasi itu. Mereka akan memberi jalan untuk mendukung normalisasi tersebut.

"Kami beri jalan untuk pembangunan. Mau dikepras silakan kepras. Yang penting, kami ingin berdiri lagi disitu," paparnya.

Dari hasil audiensi dengan wakil rakyat, Bagas mengaku belum ada keputusan. Pihak dewan akan meninjau terlebih dahulu lokasi para pedagang. Dia berharap segera ada koordinasi lebih lanjut setelah tinjauan.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Semarang, Joko Susilo mengatakan, permintaan pedagang memang tidak ingin direlokasi. Namun, pihaknya belum bisa memberikan rekomendasi lanjutan. Komisi B akan melakukan kunjungan lokasi terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Kemudian, melakukan koordinasi dengan BBWS.

"Kami belum bisa merekomendasikan sebelum kami meninjau lokasi.," katanya.

Apabila memang harus direlokasi, menurutnya, pemkot bisa menyiapkan tempat terdekat. Dia berharap, pemkot tetap bisa menaya kembali para pedagang. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved