Berita Sragen
Begini Cara Warga Bayar Iuran Penjaga Palang Kereta Api Tanpa Pintu di Siboto Sragen
Enam RT di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kalijambe gotong royong iuran guna bayar palang kereta api.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak enam RT di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe Sragen gotong royong iuran guna membayar palang kereta api.
Enam RT tersebut dari RT 9,10,11, 12,13 dan 14. Masing-masing RT dibebani Rp 200 ribu per bulan untuk dikumpulkan ke Paguyuban Penjaga Perlintasan Kereta Api Desa Kalimacan.
"Swadaya akan dibebankan ke enam RT, RT 9 sampai 13 dengan jumlah KK kurang lebih 550 KK dan jiwa sekitar 1,500an. Swadaya masing-masing RT Rp 200 ribu per bulan," kata Koordinator Pembuka Portal Jalan Siboto, Udin Faturrahman.
Udin mengatakan ada satu RT yang jumlah KK-nya sedikit, sehingga per bulan ada yang hanya mampu membayar Rp 75 ribu sampai Rp 100 ribu.
Kekurangan untuk pendanaan itu dimintakan para donatur, yakni lembaga pendidikan, perusahaan dan perorangan.
Cara mengumpulkan uang, dikatakan Udin dikembalikan kesepakatan masing-masing RT. Dirinya mencontohkan RT 11 yakni RT-nya yang mengumpulkan uang dengan jimpitan harian.
"Solusi sementara salah satu yakni RT 11, menggunakan model pendanaan dari uang jimpitan harian. Jadi setiap KK disediakan kotak didepan rumah dan iuran Rp 500 per hari," katanya.
Dari hasil jimpitan harian itu, dalam sebulan pihaknya mendapatkan Rp 700-800 ribu. Sebesar Rp 200 ribu dialokasikan ke paguyuban penjaga perlintasan kereta api. Sedangkan RT lain, setiap KK diminta iuran sebesar Rp 2 ribu setiap bulan.
Alasan Dibentuk Paguyuban
Dibentuknya paguyuban dalam hal ini, Udin mengatakan agar dapat mengkoordinir dan menjaga emosi masyarakat.
Pihaknya takut ada masyarakat yang melakukan sabotase atau bahkan pelemparan besi ke kereta api yang melintas kare emosi.
Dalam panitia ini, terdapat sejumlah anggota mulai dari kepala desa, tiga bayan dan kadus dan dua perwakilan dari masyarakat.
Udin mengaku pihaknya selama ini melakukan langkah sesuai prosedur dan terus berkoordinasi dengan bupati, Ditjen Perkeretaapian hingga Dirut KAI hingga diambil keputusan pembukaan portal besi.
Terlepas dari itu, dirinya mewakili warga sangat bersyukur dan terima kasih atas respon baik Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang dinilai sangat berperan aktif.
"Berkat bupati, aktivitas kehidupan masyarakat kembali akan normal. Setelah dua bulan ini aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga keagamaan terganggu," katanya.
Diberitakan sebelumnya, palang kereta api tanpa pintu di Siboto ini telah ditutup PT KAI usai tabrakan KA Brantas dengan mobil patroli Polsek Kalijambe, Senin (14/12/2020) sehari setelah kejadian.
Insiden ini menewaskan dua anggota Polri dan satu personel TNI. Usai ditutup warga sempat beberapa kali melakukan aksi penolakan. Namun palang baru dibuka hari ini. (*)