Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

UMKM Virtual Expo

Dinkop UKM Jateng Pastike Peserta Virtual Expo Terapka Pangan Imbang, Bergizi dan Aman

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati memastikan seluruh UKM makanan dan minuman yang tergabung dalam UKM Virtual Expo (UVO).

Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Ruth Novita
Kegiatan UKM Virtual Expo (UVO) 2021 dengan pembahasan Ala Chef Ngobrol Kreasi Makanan di Era Pandemi, yang dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati (dari kanan no 1) dan Ketua TP PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Tengah, Siti Atikoh Ganjar Pranowo (dari kanan no 4), Kamis, (18/2/2021). 

Penulis: Ruth Novita Lusiani

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati memastikan seluruh UKM makanan dan minuman yang tergabung dalam pelaksanaan UKM Virtual Expo (UVO) 2021 session 1 ini telah terjamin menerapkan pangan beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA).

“Pastinya B2SA ini diterapkan juga di UKM makanan dan minuman, dimana para pelaku UKM ini harus juga memiliki Produk Industri Rumah Tangga (PIRT), sehingga jelas bagaimana pengolahan bahan pangan yang dibuatnya tersebut,” ucap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati dalam UKM Virtual Expo (UVO) 2021 dengan pembahasan Ala Chef Ngobrol Kreasi Makanan di Era Pandemi secara virtual, Kamis, (18/2/2021).

Menurut Ema, indikator B2SA yang diterapkan oleh UKM dapat memberikan jaminan keamanan bagi konsumen ketika hendak mengkonsumsi produk tersebut dan menaikkan nilai dari UKM tersebut. Hal ini pun dikatakan Ema akan turut berpengaruh untuk menaikkan nilai jual dari produk UKM.

Selain itu, Ema juga menilai dimasa pandemi covid-19 ini, pengolahan makanan harus sangat diperhatikan, utamanya terkait dengan higienitas dari produk yang ditawarkan.

Senada dengan Ema, Ketua TP PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Jawa Tengah, Siti Atikoh Ganjar Pranowo menilai penerapan B2SA ini juga sangat penting untuk diterapkan dalam konsumsi masyarakat sehari-hari.

“Selain untuk usaha, penerapan B2SA ini juga penting untuk diterapkan dalam konsumsi masyarakat sehari-hari. Terlebih dengan adanya masa pandemi ini, imun tubuh harus tetap terjaga dan salah satu caranya dari asupan makanan sehari-hari. Penting bagi masyarakat untuk konsisten dalam menerapkan B2SA ini dalam pengolahan makanan,” ucap Atikoh.

Lanjutnya, asupan makanan dapat menjadi investasi kesehatan jangka panjang bagi masyarakat. Sehingga sangat penting untuk memperhatikan asupan makanan sehari-hari, agar masyarakat bisa mendapatkan jaminan kesehatan hingga kedepannya.

Ketua Indonesia Chef Association, Hendro juga mengatakan dalam pengolahan makanan, juga penting bagi masyarakat maupun pelaku usaha bisnis makanan dan minuman untuk memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu penting juga bagi pelaku usaha untuk melakukan inovasi maupun kreatifitas untuk usahanya, agar dapat tetap eksis dimasa pandemi ini.

Adapun berdasarkan data yang ada, selama berlangsungnya UVO 2021 session 1 dari hari pertama, Selasa, (16/2/2021) hingga Kamis, (18/2/2021) tercatat sebanyak lebih dari 3 ribu pengunjung telah menyaksikan UVO 2021 session 1, bahkan pengunjung tidak hanya berasal dari Kota Semarang saja, melainkan sudah sampai ke Singapura.

Dengan total pengunjung dari website www.ukmvirtualexpo.com tercatat sebanyak lebih dari 20 ribu pengunjung yang telah hadir. Sementara untuk transaksi dari hari pertama hingga hari ketiga, tercatat lebih dari Rp 107 juta. (Ute)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved