Breaking News:

Berita Karanganyar

Diprotes Warga, Pemilik Ternak Babi di Karanganyar Minta Tenggat Waktu Untuk Sterilisasi Kandang

Selain pemerintah desa, turut hadir dalam proses mediasi itu dari pihak kepolisian, Satpol PP serta Dispertan PP Karanganyar

TribunJateng.com/Agus Iswadi
Belasan warga Dusun Kauman RT 2 RW 10 Desa Nangsri saat mendatangi Kantor Dispertan PP Karanganyar 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Empat pemilik peternakan babi yang ada di Dusun Kauman RT 2 RW 10 Desa Nangsri Kecamatan Kebakkramat Kabupaten Karanganyar sepakat mensterilkan kandang dari ternak. Mereka meminta tenggat waktu selama tujuh bulan kedepan.

Keputusan itu merupakan hasil dari mediasi antara pemilik ternak dan warga sekitar di Balai Desa Nangsri pada Jumat (19/2/2021) sekira pukul 09.30.

Mediasi itu menindaklanjuti keluhan warga atas adanya peternakan babi yang berada di dekat pemukiman yang dirasa mengganggu lingkungan dan warga. 

Selain pemerintah desa, turut hadir dalam proses mediasi itu dari pihak kepolisian, Satpol PP serta Dispertan PP Karanganyar

Kades Nangsri, Wiyana menyampaikan, empat pemilik kadang menghadiri proses mediasi yang dilaksanakan di kantor balai desa. Hasil dari mediasi itu, pemilik ternak sepakat untuk mensterilkan kandang dari babi dalam kurun waktu 7 bulan kedepan. 

"Hasilnya, sekitar 7 bulan yang akan datang sudah bersih. Sudah tidak ada lagi ternak (babi) di situ," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com. 

Dia menjelaskan, pemilik ternak meminta tenggat waktu dengan pertimbangan supaya usia babi sudah layak jual. Lanjutnya, dalam kurun waktu tersebut pemilik ternak juga berupaya supaya bau yang muncul dari peternakan tidak begitu menyengat. 

Empat kadang itu dimiliki empat orang masing-masing asal, Kebak Desa Jetis, warga sekitar dan warga Solo.

"Pemilik asal Solo minta waktu 5 bulan, yang tiga pemilik minta setelah panen. baru pindah atau dijual. Setidaknya tidak rugi. Tadi selesai damai. Kalau katakanlah ingkar janji, silahkan dibongkar sendiri, bersama yang punya ternak. Kalau usaha langsung dibongkar kan tidak bisa. Perlu waktu," jelasnya. 

Sementara itu Kabid Peternakan Dispertan PP Karanganyar Heri Sulistyo  menambahkan, pihak dinas akan selalu berkoordinasi dengan mantri ternak di lapangan untuk melakukan pengawasan.

Di sisi lain, dinas juga akan memberikan pelatihan kepada mantri ternak terkait pembuatan pakan ternak yang tidak menimbulkan bau. 

"Ada solusi. Kalau pakan ternak difermentasi dengan mikroba, tidak bau. Peternakan di Karanganyar banyak. Petugas di lapangan, 17 kecamatan hanya ada 10 orang," imbuhnya. (Ais). 

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved