Breaking News:

Berita Semarang

Disbudpar Kota Semarang Manfaatkan Teknologi 3D Produksi Drama Mahakarya Goa Kreo, Disiarkan Virtual

Pentas budaya Mahakarya Goa Kreo sempat ditiadakan pada 2020 lalu akibat pandemi. Anggaran juga dilakukan refocusing untuk penanganan Covid-19

Istimewa
Disbudpar Kota Semarang memproduksi drama Mahakarya Goa Kreo di di Ballroom Hotel Grasia, Kamis (18/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pentas budaya Mahakarya Goa Kreo sempat ditiadakan pada 2020 lalu akibat pandemi. Anggaran juga dilakukan refocusing untuk penanganan Covid-19.

Tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang membuat gebrakan baru dalam pentas Mahakarya Goa Kreo 2021.

Kabid Kesenian Disbudpar Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan, pandemi Covid-19 tidak membuat kegiatan seni dan budaya mati. Pihaknya mencoba untuk berkreasi memanfaatkan perkembangan teknologi. Mahakarya Goa Kreo nantinya bakal disuguhkan dengan inovasi teknologi.

"Kita mencoba hal baru. Kami kemas sebuah drama kolosal mahakarya Goa Kreo dengan mengenalkan teknologi virtual 3D," papar Ade, Jumat (19/2/2021).

Dengan sentuhan teknologi, menurutnya, tidak mengurangi esensi cerita Goa Kreo tersebut. Produksi drama Mahakarya Goa Kreo sendiri baru dilakukan di Ballroom Hotel Grasia, Kamis (18/2/2021) lalu. Para seniman memerankan sesuai peran masing-masing. Meski hanya berlatar belakang background hijau, drama ini dipastikan akan terlihat megah dengan campuran 3D.

"Kami baru produksi. Rencananya, drama Mahakarya Goa Kreo akan kami siarkan di youtube Pemerintah Kota Semarang dan Disbudpar pada H+3 lebaran nanti," terang Ade.

Ade menyebutkan, biasanya drama Mahakarya Goa Kreo dipentaskan oleh 150 seniman. Kali ini, drama dikemas lebih minimalis. Dalam proses produksi, dia melibatkan tidak lebih dari 100 orang. Seniman yang mementaskan drama kolosal ini hanya 60 orang saja. Mengingat, pandemi Covid-19 mengharuskan adanya pembatasan.

Meski demikian, drama kolosal yang nantinya disaksikan secara virtual ini diharapkan bisa mengobati rindu masyarakat terhadap pentas seni drama Goa Kreo.

Menurutnya, selama kondisi pandemi masih ada, pentas seni dan budaya dimungkinkan akan dikemas serupa. Semarang Night Carnival dan Tradisi Dugderan yang menjadi event andalan Kota Semarang bisa jadi dikemas seperti Mahakarya Goa Kreo.

"Ketika pandemi masih berlangsung dan vaksinasi masih berjalan, kita tidak boleh diam. Event pagelaran bisa dikemas lebih baik memacu seni budaya dan tradisi. Mungkin dugderan dan sebagainya bisa kami kemas dengan perpaduan tekonologi," paparnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved