Breaking News:

KKN Undip

Mahasiswa KKN Undip Dampingi Warga Sikunang Wonsobo Bikin Olahan Keripik Cabai Gendot

KKN Tematik Tim I Universitas Diponegoro 2021 melakukan sosialisasi mengenai suatu produk olahan keripik yang terbuat dari cabai gendot

IST
KKN Tematik Tim I Universitas Diponegoro 2021 melakukan sosialisasi mengenai suatu produk olahan keripik yang terbuat sdari cabai gendot di Dusun Ngandam, Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - KKN Tematik Tim I Universitas Diponegoro 2021 melakukan sosialisasi mengenai suatu produk olahan keripik yang terbuat dari cabai gendot di Dusun Ngandam, Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah.

Cabai gendot atau masyarakat Desa Sikunang biasa menyebutnya dengan cabai bandung merupakan cabai seperti pada umumnya, memiliki rasa yang sangat pedas namun yang membedakan dari cabai lainnya yaitu cabai ini hanya terasa pedas di mulut saja tidak sampai membuat sakit perut.

Cabai ini biasanya tumbuh di dataran tinggi atau daerah pegunungan.

“Cabai gendot sendiri di Desa Sikunang hanya dimanfaatkan sebagai bahan pembuat sambal atau bumbu masakan sehingga kami mencoba memberikan suatu inovasi denganmenjadikannya sebagai keripik cabai “ ujar Winda Agustin, salah satu anggota KKN Tematik Tim I Undip 2021.

Selain rasanya yang pedas, cabai gendot memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan tubuh diantaranya dapat melancarkan sistem pencernaan, meningkatkan kesehatan jantung, membantu menurunkan berat badan, dan mencegah penyakit stroke.

Winda Agustin yang dibantu oleh ke sembilan temannya dan dibimbing oleh Bapak Fahmi Arifan S.T.,M.Eng dan Bapak Ir. RTD Wisnu Broto M.T menjelaskan cara pembuatan keripik cabai gendot kepada masyarakat Dusun Ngandam, Desa Sikunang.

Cara pertama dimulai dengan membuang tangkai cabai gendot kemudian membelah cabainya menjadi 2 lalu dibuang bijinya dan setelah itu dipotong menjadi4 bagian.

Langkah selanjutnya, rendam kulit cabai dengan air garam selama kurang lebih 30-45 menit.

Setelahnya menyiapkan adonan basah yang terbuat dari bumbu halus yang dicampur dengan tepung beras, tepung terigu, dan air.

Kemudian memasukkan kulit cabai yang sudah di rendam ke dalam adonan basah lalu goreng dengan api kecil.

Setelah berubah warna menjadi kuning kecoklatan, angkat keripik dan tiriskan. Setelah keripik menjadi dingin bisa ditambah dengan varian bumbu.

“Inovasi yang telah Kami sosialisasikan, kedepannya diharapkan dapat memberikan manfaat dan peluang bagi masyarakat Desa Sikunang dalam memulai suatu usaha atau UMKM. Selain itu inovasi yang Kami sosialisasikan juga mendapatkan respon yang baik dari masyarakat khususnya ibu – ibu yang ada di Desa Sikunang ” ujar Winda Agustin, salah satu anggota KKN Tematik Tim I Undip 2021.

Adanya sosialisasi ini, harapannya agar masyarakat Desa Sikunang bisa lebih mandiri dan tergugah dalam berwirausaha serta tidak hanya mengandalkan penghasilan dari sektor pertanian. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved