Breaking News:

Berita Sragen

Palang Kereta Api di Siboto Kalijambe akan Dijaga Tiga Kali Shift, Satu Pekerja Digaji Rp 1,2 Juta

Palang kereta api tanpa pintu di Dukuh Siboto akan dijaga tiga penjaga dengan tiga shift kerja.

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Palang kereta api tanpa pintu di Dukuh Siboto, Desa Kalimacan, Kecamatan Kalijambe Sragen akan dijaga tiga penjaga dengan tiga shift kerja.

Dari pagi, siang hingga malam. Kinerja para penjaga, akan ditraining dan dievaluasi selama tiga bulan sekali. Setiap penjaga akan mendapatkan gaji Rp 1,2 juta per bulan.

"Setelah dibuka, tahapan setelah ini sesuai surat pernyataan, kami akan menjaga full 24 jam dengan 3 shift penjagaan yang melibatkan tiga petugas penjaga," kata Koordinator Pembuka Portal Jalan Siboto, Udin Faturrahman, Kamis (18/2/2021).

Udin sapaan akrabnya itu mengatakan setelah dilakukan training selama tiga bulan, petugas akan dilakukan perpanjangan masa kerja.

Ia mengatakan sebelumnya, para petugas memang tidak dikontrak. Baru setelah ini pihaknya memikirkan akan mengontrak para penjaga palang kereta.

Setelah tiga bulan training para pekerja akan dilakukan evaluasi kinerja. Apabila penjaga kurang baik bahkan menurun pihaknya segera akan mengganti dengan petugas yang lebih baik.

"Untuk yang sekarang kami akan siapkan kontrak. Terkait berapa tahun masih menjadi pertimbangan, yang jelas kami akan melakukan evaluasi 3 bulan dulu supaya menunjukkan kinerja yang baik," katanya.

Selain melakukan training penjaga, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan PT KAI terdekat terkait jadwal perlintasan kereta api yang akan melintas.

Kesiapan warga untuk menjaga palang ini ditambah dengan sudah adanya fasilitas pos penjagaan serta palang pintu untuk perlintasan. Baik dari sisi sebelah barat maupun sebelah timur.

"Kami akan menempatkan tiga orang, jadi satu orang untuk satu shifnya. Jam-nya nanti akan kita sepakati, kemudian juga akan kami rolling penjaganya. Jadi tidak pagi terus, nanti juga giliran malam, giliran siang," terang Udin.

Gaji sebesar Rp 1,2 juta per bulan setiap penjaga sementara ini swadaya masyarakat dari enam RT dan para donatur. Udin berharap kedepan pemerintah desa secara kelembagaan akan memberikan dukungan dalam hal pendanaan penjagaan ini.

Udin juga berharap para penjaga nantinya bisa diberikan upah sesuai dengan standar Upah Minimal Kabupaten (UMK). Agar, penjaga betul-betul mendapatkan haknya dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.

Pihaknya mengaku berat apabila penjagaan ini dibebankan ke masyarakat hingga kepada RT. Dia juga mengatakan penjagaan ini tidak hanya waktu dekat namun selamanya.

"Karena jika dibebankan kepada warga dan RT juga akan berat. Jadi penjaga dalam waktu yang tidak dekat tapi selamanya."

"Kami akan terus berupaya memberikan kesejahteraan yang layak kepada penjaga sehingga mereka melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya," terangnya. (*)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved