Breaking News:

Berita Semarang

Penerapan Kebijakan Relaksasi PPnBM, Pedagang Mobil Bekas Tak Khawatir Penjualan akan Turun

Para pedagang mobil bekas di Kota Semarang khawatir akan penurunan penjualan mobil bekas.

Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Ruth Novita Lusiani
Pengunjung terlihat sedang melihat mobil bekas yang ditawarkan di Bursa Mobil Bekas Telomoyo, Jumat, (19/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Adanya kebijakan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) yang diberikan pemerintah untuk mobil baru dengan mesin kapasitas 1.500 cc ke bawah yang akan diberlakukan mulai 1 Maret 2021 mendatang, tak membuat para pedagang mobil bekas di Kota Semarang khawatir akan penurunan penjualan mobil bekas.

Pengelola Bursa Mobil Bekas Telomoyo, Cincin mengaku tidak khawatir sama sekali dengan adanya penerapan PPnBM ini terhadap penjualan mobil bekas yang dikelolanya. “Menurut saya, dampak adanya PPnBM bagi pedagang mobil bekas sangatlah kecil, karena selisih harga yang ditawarkan antara mobil bekas dan mobil baru sangat berbeda sekali ya dan di bursa mobil bekas ini kan kami menyediakan berbagai macam tipe mobil mulai dari mobil tahun tua hingga tahun muda. Adapun yang berpengaruh itu mungkin lebih kepada penjualan mobil bekas dengan tahun muda, itupun paling dampaknya kecil,” ujar Cincin ketika ditemui Tribun Jateng, Jumat, (19/2/2021). 

Selain itu, ia menilai penerapan PPnBM ini tidak akan berpengaruh, sebab mobil bekas memiliki pangsa pasar tersendiri, yang berbeda dengan mobil baru.

“Apalagi kalau saya melihat pasar masyarakat Indonesia ini cenderung membeli mobil bekas ketimbang mobil baru, dengan persentase 70 persen masyarakat lebih banyak yang memilih mobil bekas dan 30 persen memilih mobil baru. Sehingga kami sama sekali tidak khawatir dengan adanya kondisi ini,” jelasnya.

Menurutnya, guna menghadapi situasi ini, para pedagang mobil bekas diimbau untuk lebih bijaksana dalam mengatur strategi penjualan, misalnya seperti dengan sedikit menurunkan harga jual mobil bekas yang ditawarkan kepada konsumen.

Sementara itu, memasuki bulan Februari 2021 ini, Cincin mengatakan kondisi penjualan mobil bekas memang sedikit mengalami penurunan. Namun, dikatakannya hal ini bukan dipengaruhi oleh kebijakan PPnBM yang diberikan oleh pemerintah, melainkan lebih dipengaruhi karena cuaca ekstrem yang sedang terjadi saat ini dan membuat daya beli masyarakat sedikit menurun.

“Memang untuk kondisi saat ini penjualan sedang sedikit mengalami penurunan. Adapun puncak tertinggi penjualan mobil bekas sudah terjadi pada akhir tahun lalu, dimana penjualan meningkat dari sebelumnya di awal pandemi penjualan hanya berkisar 30 persen, pada bulan Oktober hingga Desember 2020 lalu bisa meningkat hingga 100 persen lebih, hal ini dipengaruhi karena terdapat masyarakat yang sebelumnya wait and see untuk membeli mobil karena adanya pandemi virus covid-19, akhirnya mulai memberanikan diri untuk membeli mobil. Sedangkan di bulan Februari 2021 ini menurun lagi sekira 30 persen, sehingga penjualan saat ini hanya berkisar 70 persen dibandingkan kondisi akhir tahun,” paparnya.

Untuk saat ini, Cincin menuturkan mobil tipe LCGC paling banyak diminati konsumen, diantaranya seperti Brio, Calya dan Sigra, dengan para konsumen tidak hanya berasal dari Kota Semarang saja, namun hingga Kudus, Pati, dan Jepara.

Dengan pembelian saat ini, dikatakannya konsumen lebih cenderung membeli secara cash ketimbang secara kredit.

Hal senada juga dituturkan Carsentro Area Manager, Yudy Purwidyantoro. Pihaknya juga tidak terlalu khawatir adanya PPnBM akan mempengaruhi penjualan mobil bekas yang ada di Carsentro.

“Saya merasa kebijakan ini tidak begitu berpengaruh terhadap penjualan mobil bekas, malah saya melihat adanya kebijakan ini bisa turut berpengaruh terhadap ketersediaan mobil bekas, karena kalau terdapat konsumen yang menjual mobilnya karena kebijakan ini, maka ketersediaan mobil bekas di pasaran akan bertambah,” tutur Yudy.

Selain itu, ia juga melihat mobil bekas memiliki segmen pasar yang berbeda dengan mobil baru, sehingga dalam hal ini tidak akan mempengaruhi penjualan mobil bekas.

Terkait dengan kondisi penjualan mobil bekas saat ini, Yudy juga mengatakan sedang dalam tren penurunan dibandingkan dengan kondisi penjualan di akhir tahun 2020. “Dari tahun ke tahun, memang kalau di awal tahun itu untuk tren penjualan mobil bekas sedang mengalami penurunan. Adapun penjualan pada akhir tahun lalu meningkat hingga 80 persen dari kondisi penjualan diawal pandemi sekira 20 persen, sedangkan untuk saat ini kembali menurun dimana berkisar 60 persen dari kondisi akhir tahun lalu. Nantinya kondisi penjualan mobil bekas ini, akan berangsur-angsur naik kembali ketika menjelang lebaran,” terangnya.

Sama dengan Cincin, menurutnya, penurunan penjualan saat ini juga turut dipengaruhi oleh faktor cuaca ekstrem yang sedang terjadi akhir-akhir ini, sehingga menyebabkan pergerakan konsumen yang hendak membeli ke bursa mobil bekas menjadi tertahan.

Sementara itu, guna mendongkrak penjualan saat ini, Carsentro pun memberikan beragam penawaran berupa promo dan undian kepada konsumen. “Selain itu kami juga tetap menggencarkan penjualan mobil bekas secara online, agar dapat memudahkan konsumen dalam melihat unit kendaraan yang hendak dicari,” tandasnya. (

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved