Breaking News:

Berita Blora

Sisi Lain Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto: Asal Blora, Semua Saudara Laki-laki Bernama Agus

Komjen Pol Agus Andrianto merupakan anak ke-11 dari 12 bersaudara dari pasangan Sukarsono-Sri Sudaryati.

TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Arinto Prasetya (51) keponakan Komjen Agus Andrianto sekaligus kawan masa kecil menunjukkan foto pernikahan Komjen Agus Andrianto 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Komjen Pol Agus Andrianto merupakan anak ke-11 dari 12 bersaudara dari pasangan Sukarsono-Sri Sudaryati.

Ayahnya merupakan seorang pegawai negeri sipil.

Terakhir menjabat sebagai camat di Kecamatan Banjarejo, Blora dan pensiun pada 1982.

Baca juga: Cuma Minum Air Kelapa, Suami Jadi Kuat di Ranjang, Istri Minta Ampun Hingga Lapor Polisi

Baca juga: Nasi Komando Makanan Ekstrem Paling Enak dalam Pendidikan Komando TNI Marinir Ekstra Keras

Baca juga: Polisi Tangkap Ali Topan, Orang Kepercayaan Ibunda Dino Patti Djalal

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Besok Sabtu 20 Februari 2021, Sagitarius Hargai Perasaan Orang Lain

Komjen Pol Agus Andrianto.
Komjen Pol Agus Andrianto. (Istimewa)

Dari 12 saudaranya itu terdiri atas 6 perempuan dan 6 laki-laki.

Uniknya, semua saudaranya yang laki-laki tersemat nama Agus, sedangkan yang perempuan semuanya tersemat nama Sri.

Kata Agus Oni Setiawan, adik bungsu Komjen Pol Agus Andrianto, alasan orangtuanya menyematkan nama Agus pada semua anak laki-lakinya karena nama tersebut tersirat makna yang maskulin.

Sedangkan nama Sri untuk perempuan karena menurut orangtuanya mengandung makna feminin.

“Jadi begitu alasan orangtua.

Makanya kalau di keluarga, panggilan kakak itu Andri, bukan Agus.

Kalau Agus, semua anak laki-lakinya ada Agusnya,” ujar Agus Oni Setiawan, Jumat (19/2/2021).

Meski memiliki nama yang sama, kini mereka memiliki jalan hidupnya masing-masing.

Agus Andrianto adalah satu-satunya yang menjadi Polisi.

Padahal cita-cita masa kecilnya menjadi pegawai Kantor Pos.

“Karena memang banyak saudara yang kerja di Pos, kakak dulu juga memiliki cita-cita yang sama, kerja di Kantor Pos,” tandas Oni.

Nasib untuk menjadi pegawai Pos bagi Andri semakin jauh panggang dari api setelah dia tamat dari SMA 1 Blora diterima diAkademi Kepolisian (Akpol).

Meski begitu Andri tidak merasa menyesal. Sebelumnya dia menempuh pendidikan di SD 1 Tempelan Blora dan SMP1 Blora.

“Jadi beliau masuk ke Akpol itu kalau tidak keliru tahun 1986, itu menjadi kebanggaan keluarga,” tandasnya.

Tekad Andri saat masih berstatus taruna Akpol adalah untuk membahagiakan orangtua.

Namun takdir membuat Andri terpukul.

Saat masih taruna tingkat II pada 1987, ibunya wafat.

“Jadi ibu tidak melihat karir Mas Andri. Kalau bapak sempat melihat kakak meniti karir di kepolisian, sebab bapak meninggal pada 2014,” ujar Oni.

Baru setelah lulus dari Akpol pada 1989, Andri bertugas pertama di Sumatera Utara.

Dan saat ini dia menduduki jabatan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri berpangkang komisaris jenderal.

Kini sesekali Andri menyempatkan pulang ke Blora untuk menemui beberapa saudara kandungnya. Terakhir pulang pada 2020 kebetulan saat itu dia ada tugas di Blora.

Jika pulang, ujar Obi, dia menyempatkan diri untuk menyantap kuliner khas Blora yaitu sate ayam.

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved