Berita Kota Tegal
Tas Cantik dari Tegal Ini Pakai Bahan Daur Ulang Lho, Harga Terjangkau
Produk-produk tersebut dapat dilihat di media sosial Instagram dengan nama akun Ghozilanuna-collection
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM,TEGAL - Seorang ibu rumah tangga di Kota Tegal, Endang Yulis Setiawati (35), membuat peluang bisnis dengan memanfaatkan kulit sisa pembuatan sofa dan kain sisa pakaian.
Sisa-sisa bahan tersebut olehnya diubah menjadi produk tas yang cantik dan modis.
Dia juga memproduksi aksesoris cantik lainnya, seperti dompet, topi, dan sandal.
Produk-produk tersebut dapat dilihat di media sosial Instagram dengan nama akun Ghozilanuna-collection.
Endang mengatakan, produk kerajinannya memanfaatkan kulit sisa pembuatan sofa dan kain sisa pakaian yang sudah tidak terpakai.
Ia menilai, kain sisa produksi tersebut merupakan bahan yang bisa didaur ulang menjadi tas-tas cantik.
Selain itu harga beli bahannya pun lebih ekonomis.
"Kalau pakai bahan biasa, persaingannya juga sama-sama dengan produk yang sudah ada. Kalau ini kan inovasi sendiri, hasilnya lebih menarik. Di luar belum tentu ada modifikasi seperti ini," kata Endang, warga Kelurahan Debongkidul, kepada tribunjateng.com, Kamis (18/2/2021).
Endang mengatakan, tas dan aksesoris produksinya tidak kalah cantik dengan buatan brand fashion terkenal.
Selain itu harga produk buatannya juga lebih ekonomis.
Ia mengatakan, tas slingbag dari kulit sofa dijual mulai harga Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu.
Tas tote bag dari kain sisa dijual mulai harga Rp 50 ribu sampai Rp 150 ribu.
Kemudian dompet seharga Rp 40 ribu sampai Rp 80 ribu, topi seharga Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu, dan sandal rumahan Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu.
"Rata-rata yang beli lewat media sosial. Banyak di kalangan ibu-ibu," ujarnya yang juga aktif dalam komunitas daur ulang Runtah Tegal Laka-laka (Rutela)
Endang bercerita, aktivitasnya semula hanya seorang ibu rumah tangga.
Ia mulai melakukan aktivitas menjahitnya pada 2017, saat bergabung dengan Rumah Kreatif BUMN.
Saat itu bahan-bahan yang digunakan masih kain baru.
Kemudian pada 2018 bergabung dengan komunitas daur ulang Rutela dan mulai memanfaatkan kain sisa pakaian dan kain sisa pembuatan sofa.
Mulai dari situ, ia fokus memanfaatkan bahan-bahan untuk didaur ulang.
"Semenjak gabung dengan Rutela, produk saya lebih banyak dan lebih dikenal. Sekarang kalau lagi ramai, seminggu bisa produksi 10 sampai 20 tas," ungkapnya.
Endang bersyukur, dari produk kerajinannya, kini ia bisa membantu suaminya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia mengatakan, omzet bulanannya sekira Rp 2 juta.
Jika sedang banyak pesanan penghasilannya bisa sampai Rp 3 juta.
Endang mengatakan, untuk memproduksi kerajinannya, ia tidak kesulitan untuk membeli bahan.
Karena bahan-bahannya justru lebih murah.
Ia mencontohkan, harga kain yang paling bagus bisa mencapai Rp 60 ribu per meter.
Namun menjadi lebih murah karena kain sisa, harganya Rp 25 ribu per kilogramnya.
"Alhamdulillah produk kerajinan saya bisa jadi penghasilan tambahan keluarga. Sampai saat ini saya masih produksi terus," jelasnya. (fba)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :