Breaking News:

Berita Pendidikan

UNS Jadi Satu-satunya Perguruan Tinggi yang Lolos PTN-BH Tahun 2020

"Pada tahun 2020 lalu, terdapat 5 PTN yang mengajukan perubahan status menjadi PTN-BH namun hanya UNS yang lolos," kata Nizam

Istimewa
Wisudawan saat menari jelang prosesi wisuda periode IV UNS Solo, Sabtu (15/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SURAKARTA - Universitas Sebelas Maret atau UNS menjadi satu-satunya universitas yang dinyatakan lolos dalam pengajuan perubahan status dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

Hal itu disampaikan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Nizam, pada Rapat Koordinasi Pimpinan UNS dengan topik "Strategi Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) PTNBH UNS Tahun 2021" yang diselenggarakan Kamis (18/2/2021).

"Pada tahun 2020 lalu, terdapat 5 PTN yang mengajukan perubahan status menjadi PTN-BH namun hanya UNS yang lolos," kata Nizam, dalam keterangannya, Jumat (19/2/2021).

Transformasi status UNS dari BLU menjadi PTN-BH merupakan upaya pemerintah dalam membangun ekosistem perguruan tinggi yang adaptif dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul dan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi sesuai dengan perkembangan zaman.

Nizam memaparkan bahwa salah satu inti dalam kebijakan Kampus Merdeka adalah memfasilitasi kampus-kampus PTN yang belum berbadan hukum untuk bertransformasi menjadi PTN-BH.

"Otonomi yang diberikan kepada PTN-BH supaya perguruan tinggi bisa lebih gesit dan cepat dalam mencapai tujuannya yaitu menghasilkan sumber daya manusia unggul dan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," jelasnya.

Sebagai perguruan tinggi berbadan hukum, UNS dituntut untuk mampu melakukan efisiensi, optimasi sumber daya, dan penguatan kelembagaan yang bermuara pada tercapainya Indikator Kinerja Utama (IKU). Untuk itu, perlu dibangun suatu ekosistem kampus yang secara holistik berperan mendukung tercapainya tujuan kampus.

"Setiap aktivitas yang dijalankan harus berkontribusi pada capaian IKU yang telah ditetapkan," terangnya.

Lebih lanjut Nizam menyampaikan, sebagai panduan dalam upaya akselerasi peningkatan kualitas mahasiswa, dosen, dan pengembangan kualitas pembelajaran, riset dan reka cipta di perguruan tinggi, Kemdikbud mengeluarkan kebijakan delapan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi.

Delapan IKU tersebut antara lain jumlah lulusan perguruan tinggi yang mendapat pekerjaan yang layak, jumlah mahasiswa yang mendapat pengalaman di luar kampus, jumlah dosen yang berkegiatan di luar kampus, jumlah praktisi yang mengajar di kampus.

Kemudian, hasil pekerjaan dosen yang digunakan masyarakat atau mendapat rekognisi internasional, program studi yang bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipatif, dan program studi berstandar internasional.

"Untuk mendukung itu, Kemendikbud menyediakan berbagai insentif pendanaan melalui transformasi dana pemerintah untuk perguruan tinggi. Insentif-insentif tersebut antara lain Insentif berdasarkan pencapaian IKU, Program Kompetisi Kampus Merdeka, dan Dana Penyeimbang (matching fund)," tambahnya.

Rektor UNS, Jamal Wiwoho mengatakan, UNS menjadikan delapan Indikator Kinerja Utama yang telah ditetapkan Kemendikbud sebagai basis dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Selain itu, delapan Indikator Kinerja Utama juga telah dijabarkan sebagai kontrak kinerja Rektor UNS dengan Mendikbud.

Tak hanya itu saja, Jamal menegaskan, komitmen civitas akademika UNS untuk mewujudkan cita-cita UNS masuk dalam perguruan tinggi kelas dunia.

"UNS akan selalu melakukan transformasi, adaptasi, inovasi untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, dosen, dan output pembelajaran sesuai dengan IKU yang ditetapkan. Selain itu, kami rindu UNS masuk dalam jajaran perguruan tinggi kelas dunia," ucapnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved