Breaking News:

Berita Solo

Pengacara Korban Pertanyakan Kuasa Hukum ZM Ketahui Korban & Saksi Berikan Keterangan Palsu 

Kasus pengerusakan atau penganiayaan yang menjerat pengacara Zaenal Mustofa (ZM) memunculkan polemik baru. 

istimewa
Asri Purwati, pengacara korban pengerusakan dan penganiayaan sebuah rumah di Gilingan, Banjarsari, Solo. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kasus pengerusakan atau penganiayaan yang menjerat pengacara Zaenal Mustofa (ZM) memunculkan polemik baru. 

Pernyataan yang dilontarkan Zainal Abidin yang merupakan kuasa hukum (ZM) yang meyakini ada saksi memberikan keterangan palsu, menuai bantahan dari Asri Purwanti yang merupakan kuasa hukum para korban. 

Pria yang juga merupakan Ketua DPC Peradi Solo menyebut ada dugaan keterangan palsu yang disampaikan saksi di dalam BAP. 

Penjelasan Zainal Abidin yang disampaikan kepada media, pada Senin (15/2/2021) lalu itu dibantah Asri Purwanti kalau kliennya dan saksi yang juga korban memberikan keterangan palsu. 

Asri mempertanyakan, dari mana dia mengetahui kalau pelapor dan saksi memberikan keterangan palsu. 

"Apakah yang bersangkutan berada dan lihat sendiri  di lokasi saat  kejadian yang terjadi tanggal 19 Agustus 2019 tersebut?," ucap Asri saat dikonfirmasi, Sabtu (20/2/2021). 

Asri menyampaikan, dalam BAP perkara apapun yang mengetahui hanyalah penyidik dan yang memberikan keterangan.  

Menurutnya, bila ada pihak lain yang mengetahui isi materi BAP pelapor dan saksi, hal itu patut dipertanyakan. 

"Saya tidak akan tinggal diam dan akan mengambil tindakan jika dalam isi BAP korban saksi sampai bocor," jelasnya. 

Alasan Asri, isi BAP merupakan rahasia dari penyidik dan yang memberikan keterangan. 

Dia juga menanggapai adanya rencana pihak tersangka ZM dan kuasa hukumnya akan melaporkan pelapor atau saksi yang diyakini memberikan keterangan palsu. 

Menurutnya, dia akan melakukan perlawanan terhadap pelaporan tersebut. 

Sebab pengacara yang juga Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Tengah itu yakin para korban dan saksi benar-benar memberikan keterangan yang sebenarnya. 

Mneurutnya, banyak bukti awal para kliennya menjadi korban penganiayaan dengan bukti hasil visum semasa dalam perawatan di rumah sakit. 

"Keterangan pelapor, saksi sudah sesuai kenyataan yang dialami dan nanti  mestinya dibuktikan di persidangan nanti, " tandasnya. (kan) 

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved