Breaking News:

Berita Regional

Petugas Forensik Dipolisikan Oleh Suami yang Tidak Diterima Jenazah Istrinya Dimandikan

Empat petugas forensik RSUD Djasemen Saragih Kota Pematangsiantar dilaporkan ke polisi atas kasus penistaan agama.

tribunjateng/dok
ilustrasi tersangka ditangkap dan diborgol 

TRIBUNJATENG.COM, MEDAN - Empat petugas forensik RSUD Djasemen Saragih Kota Pematangsiantar dilaporkan ke polisi atas kasus penistaan agama.

Mereka dipolisikan oleh Fauzi Munthe, warga Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun.

Ia tidak terima saat jenazah istrinya, Zakiah (50) dimandikan oleh 4 pria petugas forensik tersebut.

Baca juga: Ada Lubang Besar di Lantai Rumah Supadiyo Parakan Temanggung, Ternyata Ini yang Terjadi

Baca juga: Ini Tanggal Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Blora, Lokasinya Belum Ditentukan

Baca juga: Tidak Sampai Dua Bulan, 39 Peristiwa Longsor Terjadi di Banjarnegara

Baca juga: Menag Berharap HIPSI Jateng Berkolaborasi dengan Pesantren Kembangkan Ekonomi Keumatan

 
Kasus tersebut berawal saat Zakiah masuk rumah sakit dan meninggal dunia pada Minggu, 20 September 2020.

Saat itu jenazah Zakiah dimandikan oleh DAAY, ESPS, RS, dan REP. Dua di antara mereka berstatus sebagai perawat.

Prosedur penanganan jenazah tersebut dianggap tak sesuai dengan syariat Islam fardu kifayah.

Yakni jenazah wanita dimandikan pria yang bukan muhrim di ruang instalasi jenazah forensik RSUD Djasemen Saragih.

Selain itu, pada 24 Juni 2020, telah diatur prosedur penanganan jenazah Covid-19 khususnya untuk umat Islam yang telah disepakati oleh MUI Kota Pematangsiantar, pihak RSUD Djasamen Saragih, dan Satgas Covid-19.

Laporan dilakukan Fauzi di Polres Pematangsiantar. 

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto mengatakan jika empat pria tersebut memandikan jenazah wanita yang bukan muhrim. 

Halaman
123
Editor: rival al manaf
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved