Breaking News:

Berita Regional

Istri Gugat Cerai Suami Akibat Tak Bisa Ereksi, Terungkap Setelah Malam Pertama

Gara-gara suami tak bisa ereksi, seorang istri gugat cerai suami setelah melangsungkan malam pertama hingga sepekan.

istimewa
Ilustrasi 

“Kesepakatan yang paling berhak untuk kalian penuhi adalah kesepakatan dalam akad yang menghalalkan kemaluan (akad nikah)”

2. Menimbang pendapat Ibnu Qayyim dalam kitab zadul maad (5/163) yang diambil oleh Majelis menjadi pendapat Majelis, yang artinya:

“Bahwa semua aib yang menyebabkan salah satu pasangan menjadi benci kepada yang lain, sehingga tidak terwujud tujuan nikah, yaitu rasa kasih sayang dan kecintaan, maka ini mengharuskan adanya hak khiyar (memilih untuk melanjutkan atau membatalkan akad).

Dan hak khiyar dalam masalah ini lebih dihargai dibandingkan hak khiyar dalam jual beli.

Sebagaimana pengajuan syarat dalam nikah lebih dihargai dibandingkan pengajuan syarat dalam jual beli.

Allah dan Rasul-Nya tidak pernah mewajibkan untuk bertahan dalam kondisi tertipu. (Zadul Ma’ad, 5/163)”.

3. Menimbang, syarat adanya hak khiyar aib ini adalah dia belum mengetahui aib itu ketika akad dan setelah akad dia tidak rela.

Jika sudah diketahui ketika akad atau dia rela setelah akad atau menerimanya dalam jangka 6 bulan setelah pernikahannya maka tidak ada hak khiyar baginya.

4. Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan diatas bahwa Pemohon tidak mengetahui kondisi pada diri Termohon yang mengalami alat vitalnya tidak bisa ereksi sebelum akad.

Pernikahan dan Pemohon mengetahui adanya ketidak mampuan suami tersebut setelah pernikahan, oleh karenanya berdasarkan pertimbangan di atas Majelis berpendapat adanya salah sangka mengenai diri Termohon yang diketahuinya setelah pernikahan.

5. Menimbang bahwa Termohon telah mengakui adanya ketidak mampuannya ( alat vital tidak dapat ber ereksi ) atau mempunyai aib yang mana dapat menjadikan sebab penghalang dari tujuan utama pernikahan.

Seperti yang dijelaskan oleh Ali Ḥasballah dalam kitab al Furqatu Baina al Zaujaini (Cet I hal 120 ) yang diambil menjadi pendapat Majelis Hakim, yaitu Artinya : aib adalah kurangnya anggota badan atau akal pada salah satu pasangan suami istri yang bisa menghalangi tujuan pernikahan dan memperoleh kesenangan dalam kehidupan rumah tangga;

Ya, itulah beberapa pertimbangan hakim sebelum akhirnya mengabulkan gugatan pembatalan perkawinan dari pemohon.(*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Seorang Istri Gugat Suaminya Akibat Alat Vitalnya Tak Bisa Ereksi, Begini Putusan Hakim

Editor: m nur huda
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved