Breaking News:

Soal Insentif PPnBM, Airlangga Pastikan Industri Otomotif Bukan Anak Emas

saat masa pandemi seperti ini, pemerintah perlu memberikan insentif bagi sejumlah industri besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Editor: Vito
ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR
Petugas keamanan berpatroli di dekat mobil baru yang terparkir di PT Indonesia Terminal Kendaraan atau IPC Car Terminal, Cilincing, Jakarta, Kamis (11/2). Pemerintah mulai bulan depan memberikan insentif fiskal berupa penurunan tarif PPnBM menjadi 0 persen untuk kendaraan bermotor atau mobil. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah telah memuturkan membebaskan uang muka atau (DP) menjadi 0 persen bagi kredit kendaraan bermotor. Kebijakan itu berlaku efektif mulai dari 1 Maret-31 Desember 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, insentif sebenarnya juga sudah diberikan untuk sektor industri lain.

Menurut dia, pemerintah dipastikan tidak menganakemaskan industri otomotif dalam pemberian insentif tersebut.

"Pemerintah harus lihat satu per satu. Kelapa sawit sudah, batu bara sudah, logam (sektor mineral) sudah, perhiasan masih dalam proses. Maka yang berikut besar lagi ini otomotif," katanya, dikutip dari siaran Kompas TV, Minggu (21/2).

Airlangga menuturkan, saat masa pandemi seperti ini, pemerintah perlu memberikan insentif bagi sejumlah industri besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Ekonomi mungkin (tumbuh) kalau ada stimulus untuk konsumen. Nah, PPnBM ini stimulus untuk konsumen," ujar Ketua Umum Partai Golkar itu.

Dia menambahkan, insentif PPnBM mobil ini diberikan dengan cukup selektif. Artinya, tak menyasar semua konsumen mobil di Indonesia.

Insentif hanya diberikan untuk mobil yang pangsa pasarnya paling luas, terutama yang tingkat daya belinya terdampak pandemi.

"Karena diberikan untuk 1500cc ke bawah. Artinya ini untuk masyarakat banyak. Apa saja 1500cc? Dia sedan, SUV, dan MPV. Ketiga jenis mobil ini yang didorong," ungkapnya.

Airlangga menyatakan, pemerintah tidak memberikan insentif untuk mobil yang menyasar pasar masyarakat menengah atas.

Ia menegaskan lagi, pemerintah tak menganakemaskan industri otomotif. "Tapi yang di atas 1500cc kan tidak," tutur Airlangga. (Kompas.com/Muhammad Idris)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved