Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

video Pelatih Sepak Bola Semarang Ini Pilih Jualan Jahe Rempah

"Ya sekarang sepi job melatih jadi jualan jahe rempah," papar pelatih sepak bola yang telah berkarir sejak tahun 2009 ini. 

Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video pelatih sepak bola Semarang ini pilih jualan jahe rempah.

Aji Irawan (32) tampak sibuk di  angkringan Nawari Djajan miliknya di Jalan Cempakasari Raya 16, Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang. 

Kepulan asap dari seduhan jahe rempah yang diolahnya membawa aroma wangi rempah. 

Beberapa pelanggan terlihat berkeringat selepas menyeruput wedang jahe rempah olahan Aji. 

Dia, sebelum pandemi, adalah seorang pelatih sepak bola dan futsal di beberapa klub di Kota Semarang dan Demak. 

Gara-gara pandemi, kegiatan tersebut terhenti. 

Kini dia lebih menekuni jualan minuman jahe rempah

"Ya sekarang sepi job melatih jadi jualan jahe rempah," papar pelatih sepak bola yang telah berkarir dari tahun 2009 ini. 

Alhasil dari jualan tersebut, mampu menjadi penopang perekonomian keluarganya. 

Penghasilan dari jualan jahe rempah mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari di tengah tak ada pekerjaan selama masa pandemi Covid-19.

"Omzet perbulan hingga Rp 3 juta. 

Alhamdulillah mampu mencukupi kebutuhan," terangnya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (20/2/2021).

Menurutnya, niat jualan minuman jahe rempah muncul di akhir tahun 2019.

Pasalnya dia sendiri adalah pencinta minuman jahe rempah

Dia adalah pelanggan warung jahe rempah terkenal di Kota Semarang. 

Tak hanya ingin jadi penikmat saja, dia pun sebelumnya sudah belajar meramu minuman tersebut secara otodidak. 

Hasilnya dia mantap membuka angkringan Nawari Djajan dengan andalan jahe rempah sembilan varian. 

Jahe rempah andalannya merupakan campuran sembilan varian dari jahe  
merah, Temugiring, Temulawak, jeruk nipis, kencur, kunyit, gula batu dan
gula jawa.

Jahe rempah itu dipatok harga Rp 9 ribu.

Adapulan menu lain berupa wedang uwuh berupa campuran secang, kayu manis, cengkeh, kapulogo dan lainnya. 

"Berhubung Mahasiswa Unnes sekarang libur jadi pelanggan warga sekitar, komunitas dan hasil jualan online," terangnya. 

Untuk jualan online, kata dia, memang belum terlalu banyak. 

Hanya ada konsumen dari Jakarta, Pati dan Kabupaten Semarang. 

"Tentu mayoritas pelanggan dari Kota Semarang," jelasnya. 

Menurutnya, jahe rempah olahanya banyak diburu lantaran di masa pandemi Covid-19 minuman tersebut diyakini menambah imunitas. 

Ditambah cuaca ekstrem saat ini masyarakat mencari minuman yang hangat dan menyehatkan tubuh. 

"Kami juga melayani pesanan take away, jika disimpan di kulkas bisa bertahan 1 bulan," terangnya. 

Seorang pelanggan, Rudi setiyanto (48) mengatakan, sudah setahun ini menjadi pelanggan jahe rempah di ankringan Nawari Djajan. 

"Hampir setiap hari di sini beli jahe rempah

Enak saja apalagi di minum saat musim hujan," katanya. 

Menurutnya, minuman jahe rempah di tempat tersebut berbeda dengan tempat lainnya lantaran lebih terasa menyegarkan di badan. 

"Merasa lebih enak saja dan cocok dengan lidah dibandingkan di tempat lain," tutur warga Patemon, Kota Semarang ini. 

Mahasiswi, Hartati (24) menjelaskan, selama masa pandemi Covid-19 sengaja mencari minuman hangat seperti Jahe rempah atau minuman sejenisnya. 

"Saya sendiri menyakini minuman jahe rempah bisa nambah imun jadi banyak konsumsi saja biar sehat di masa pandemi Covid-19," kata gadis asal Banjarnegara ini. (Iwn)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved