Breaking News:

Berita Semarang

Babak Baru Mertua Vs Mertua di Semarang, Natalia Lega Ketika Ibunya Ditetapkan Menjadi Tahanan Kota

Isak tangis ibu kandung Natalia Suhendrik, Sie Swie Nio saat ditetapkan sebagai tahanan kota pada penyerahan tahap II di Cabang Kejari Semarang

Suaminya juga menyuruh agar perabot rumah tangganya dibawa keluar.

"Intinya tidak mau melihat saya di rumahnya,"ujarnya saat meminta bantuan hukum di kantor Law And Justice, Kamis (21/1/2021).

Tidak hanya diusir, dia juga digugat cerai oleh suaminya.

Sampai pada akhirnya dirinya meninggalkan rumah karena mendapatkan perlakuan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh suaminya.

"Saya meninggalkan rumah pada (22/9/2020).

Saya hanya membawa pakaian dan anak-anak.

Saya tidak tahu mau pergi kemana,"tuturnya.

Setelah beberapa bulan, dia mendapat rumah kontrakan.

Kemudian saat berada rumah kontrakan tersebut dirinya mendapat panggilan dari Polsek Semarang Utara karena dituding mencuri perabot rumah tangga di rumahnya lama.

"Saya dituding mengambil tempat tidur bayi, kompor gas, tiga tabung gas, mesin cuci, sofa, spring bed, AC, lemari es, rice cocker, dan dispenser, dengan total Rp 43 juta,"jelasnya.

Namun sangkaan dari kepolisian disangkalnya.

Ia membuktikan bahwa barang-barang tersebut dibelinya saat pernikahan.

"Saya buktikan barang-barang yang dibeli itu ada kuitansinya.

Barang itu ada yang saya bawa sebelum pernikahan.

Ada juga yang diberi orang tua suami saya, dan ada juga yang dibeli saat pernikahan.

Saya beri klarifikasi kalau saya pindahan,"jelasnya.

Akan tetapi pada (24/12/2020), kata dia, secara tiba-tiba terjadi penangkapan dan penahanan ibunya dengan tuduhan pencurian.

Barang yang dituding dicuri ibunya berupa seprei, kasur, AC dan dispenser, dengan total Rp 12 juta.

"Kasus ini yang melaporkan mertua saya,"imbuhnya.

Dikatakannya, perkara tersebut dia telah meminta untuk dilakukan mediasi.

Namun hingga saat ini belum mendapat undangan mediasi.

"Ibu saya tidak mengambil apapun.

Karena tidak mungkin barang seberat itu diberesin sendiri.

Yang memberesin kan kuli,"tutur dia.

Ia menuturkan jumlah nominal dan barang yang dipersangkakan ke ibunya pada kasus pencurian tersebut tidak sebanding dengan harga baru.

Dirinya berharap ibunya dapat dibebaskan.

"Saya minta ibu dibebaskan karena yang mengambil barang saya bukan ibu saya,"tukasnya.

Sementara itu, Penasehat Hukum Natalia, Adrie Sukma Wardhani menuturkan ada kejanggalan dalam perkara tersebut.

Penahanan ibu kandung kliennya dilakukan tanpa ada klarifikasi.

"Urusan ini merupakan urusan rumah tangga kenapa tidak dimediasi dulu.

Kan ada restoratif Justice dan bisa diselesaikan secara kekeluargaan,"tutur dia.

Ia mengatakan kerugian ditimbulkan tidak sebesar yang disangkakan.

Tidak hanya itu, hasil analisanya juga terdapat kejanggalan pada penanganan kasus tersebut.

"Kejanggalannya setelah penangkapan, keluarganya tidak diberi Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

Menurut aturan Kapolri seharusnya diberi SPDP terlebih dahulu,"tukasnya.

(*)

TOTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved