Berita Banyumas
BEM Unsoed Bikin Sindiran Karangan Bunga Ultah Banyumas
liansi BEM Unsoed mengirimkan karangan bunga bernada sindiran saat hari ulang tahun kabupaten Banyumas.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis: Permata Putra Sejati
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Bersamaan dengan peringatan hari jadi ke-450 Kabupaten Banyumas, sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi BEM se-Unsoed mengirimkan karangan bunga bernada sindiran, pada Senin (22/2/2021).
Karangan bunga tersebut bertuliskan 'Dirgahayu Banyumas ke-450, Umurnya Tambah Tua Masalahnya Merajalela' yang diletakan di depan kantor bupati Banyumas.
Presiden Mahasiswa Unsoed, Fakhrul Firdausi mengatakan jika hari jadi kabupaten Banyumas ini diperingati bukan hanya ceremonial saja.
"Kami mengirim karangan bunga ini sebagai ajang merefleksikan masalah yang ada di Banyumas sekaligus bentuk kepedulian kami," katanya kepada Tribunbanyumas.com.
Ada empat permasalahan yang coba di angkat kembali melalui karangan bunga tersebut.
Ia menjelaskan isu pertama yang diangkat adalah pemekaran wilayah, kedua tentang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) Gunung Slamet, ketiga penanganan Covid-19, dan keempat persoalan sampah.
"Kalau pemekaran banyak yang perlu dipertimbangkan, apakah Banyumas jika dimekarkan apakah memberi jaminan kesejahteraan bagi setiap wilayah," katanya.
Mereka membuat sendiri karangan bunga tersebut dan mengirimnya bersama-sama ke kantor Bupati.
"Kami berencana akan menyelenggarakan webinar terkait diskursus ini dan kajian empat permasalahan tersebut," jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas dan Protokol, Deskart Setyo Djatmiko mengucapkan Terima kasih atas kepedulian para mahasiswa.
Meskipun demikian Djatmiko mengungkapkan jika apa yang disebut masalah oleh mahasiswa itu saat ini sudah ada perkembangan yang baik.
"Apa yang disebut masalah sebenarnya sudah menjadi lebih baik, seperti penanganan Covid-19.
Pemekaran juga malah sudah proses, ada public hiring," katanya.
Menurut Djatmiko yang terpenting adalah komunikasi antara mahasiswa dan pemkab Banyumas.
"Ide yang disampaikan harus di diskusikan.
Soal PLTB belum ada perkembangan lebih lanjut dan pembahasan lebih lanjut," jelasnya.
Deskart mempersilahkan silahkan para mahasiswa untuk mengajukan ke bupati audiensi sehingga mendapat gambaran jelas sudah sejauh mana penanganan masalah-masalah tersebut.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/karangan-bunga-sindiran-banyumas.jpg)