Breaking News:

KKN Undip

Mahasiswa Undip Semarang Manfaatkan Daun Sirih Menjadi Sabun Cuci Tangan

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu hal penting untuk menunjang tercapainya Sustainable Development Goals (SDG)

IST
Pembagian poster dan sabun cuci tangan kepada warga RT 04 RW 02 Kelurahan Tembalang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu hal penting untuk menunjang tercapainya Sustainable Development Goals (SDG) nomor 3 yaitu Good Health and Well-Being.

Kebersihan dan kesehatan merupakan salah satu faktor penting untuk menjaga diri terhindar dari virus Covid-19.

Mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu usaha pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Edukasi tentang pembuatan sabun cuci tangan mandiri akan sangat bermanfaat, sebab dapat menghemat biaya yang dikeluarkan.

Untuk itu, mahasiswa KKN Tim I UNDIP 2021 yaitu Khansa Labiibah Adibah mengadakan sosialisasi tentang pembuatan sabun cuci tangan dari ekstrak daun sirih di Desa Tembalang RT 04 RW 02, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Kegiatan tersebut merupakan program monodisiplin KKN UNDIP untuk mencegah penularan Covid-19.

Program ini dilaksanakan agar warga RT 04 RW 02 Kelurahan Tembalang dapat membuat sabun cuci tangan sendiri di rumah.

Daun sirih (Piper betle) mengandung sejumlah bahan aktif yang konsentrasinya bergantung pada jenis tanaman, musim, dan cuaca saat itu.

Namun yang jelas, daun sirih paling dikenal karena aromanya yang datang dari kandungan afenol (chavicol), yang juga dapat berfungsi sebagai zat antiseptik.

Daun sirih memiliki manfaat antara lain, mengatasi diare, mengobati luka lambung, mencegah karies gigi, menyehatkan alat reproduksi, menurunkan kolesterol, membantu penyembuhan luka bakar, dan masih banyak khasiat yang lain.

Kegiatan sosialisasi ini berupa pelatihan yang dilakukan di lantai 2 Masjid Al-Waqfiah Tembalang dan dihadiri oleh 15 Ibu PKK RT 04 RW 02 Tembalang.

Diawali dengan sosialisasi pentingnya melakukan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak), penjelasan fungsi dari bahan-bahan yang digunakan, lalu proses pembuatan sabun cuci tangan.

Selama kegiatan berlangsung tetap menaati protokol kesehatan.

Program pelatihan pembuatan sabun cuci tangan dari ekstrak daun sirih disambut baik oleh Ibu Febru, selaku warga RT 04 RW 02 Kelurahan Tembalang.

“Pelatihan pembuatan sabun cuci tangan ini bermanfaat, saya dapat mengaplikasikannya sendiri dirumah sehingga mengurangi pengeluaran untuk pembelian sabun cuci tangan di masa pandemic,” ucap Febru. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved