Breaking News:

Berita Sragen

Bupati Sragen Keluarkan Instruksi Perpanjangan PPKM Skala Mikro

Bupati Sragen sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati keluarkan instruksi

TRIBUNJATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ditemui usai menjadi vaksinator Covid-19, Senin (22/2/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGENBupati Sragen sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati keluarkan instruksi terkait perpanjangan PPKM skala mikro.

Hal itu masuk dalam Instruksi Bupati Nomor : 360/091/038/2021 terkait Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan Dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sragen.

Instruksi tersebut mulai berlaku sejak dikeluarkan hari ini, Selasa (23/2/2021) hingga dua pekan ke depan yakni Selasa (8/3/2021).

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan perpanjangan PPKM berdasarkan Inmendagri IV perpanjangan PPKM skala mikro.

Sekda mengatakan secara prinsip hampir sama dengan PPKM skala mikro tahap pertama. Ia melanjutkan bahkan implementasi di masyarakat sama dengan PPKM tahap pertama.

"Tidak ada yang membedakan, target, sasaran, satgas desa kalau di Jateng satgas jogo tonggo ini zona merah, kuning, orange, hijau tetap di masing-masing RT," kata Sekda.

Tatag mengatakan pengawasan PPKM Mikro tetap dilaksanakan dan dibatasi di skala desa. Seperti halnya hajatan, zona merah tidak boleh ada hajat, peribadatan tidak boleh di tempat.

Zona orange masih bisa melakukan hajatan dengan kapasitas 50 persen hingga zona hijau juga sudah diperbolehkan dengan kapasitas 75 persen.

Saat ini Kabupaten Sragen masuk di Zona orange. Sebanyak 50 persen desa atau kelurahan di Sragen berzona hijau. Sekda mengatakan tim satgas desa PPKM mikro sudah berjalan bagus melokalisir yang terkonfirmasi Covid-19.

Hingga saat ini, pasien positif Covid-19 yang tanpa gejala ditampung di Gedung Technopark Ganesha Sukowati Sragen. Dengan kapasitas 260-280 orang.

"Kapasitas kami tetap 260-280 tapi penghuninya sudah mulai menurun.
Rata-rata per hari diangka 15 kasus OTG (Orang Tanpa Gejala)," katanya.

Terkait ketakutan masyarakat dengan orang yang berasal dari zona merah, Tatag mengatakan saat ini sudah tidak ada stigma tersebut. Bahkan stigma tersebut sudah hilang masyarakat.

"Stigma sudah hilang di masyarakat jadi masyarakat menganggap Covid-19 sesuatu hal yang sudah biasa, tidak ada stigma bahwa masyarakat dari zona merah bahaya," katanya. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved