Breaking News:

Berita Regional

Diduga Lakukan Investasi Bodong Rugikan Rp 20 Miliar, Aset Pemilik Yalsa Boutique Disita Polisi

Penyitaan aset itu dilakukan setelah polisi memastikan bahwa Yalsa Boutique terlibat investasi bodong.

Shutterstock
ilustrasi 

Winardy juga menyebutkan, saat launching produk Yalsa Boutique yang dilakukan secara megah dan spektakuler di salah satu hotel di Banda Aceh akhir Januari lalu, Yalsa Boutique merogoh kocek hampir Rp 1 miliar.

"Uang yang dipakai dalam acara itu Rp 500 juta dari Yalsa sendiri dan ada penambahan dana sekitar Rp 300 juta dari member," imbuh Winardy.

Saat ini, penyidik terus melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. Menurut Kabid Humas Polda Aceh, owner hingga staf Yalsa saat ini cukup kooperatif hadir memenuhi pemanggilan polisi untuk kepentingan penyidikan.

"Mereka kita kenakan Pasal 46 ayat 1 UU RI Nomor 10 Tahun 98 tentang Perbankan, atas perubahan UU Nomor 7 Tahun 92 tentang Perbankan dan atau juga Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)," pungkas Winardy.

Sementara itu, Kuasa Hukum dari owner Yalsa Boutique, Mukhlis Mukhtar, yang dikonfirmasi Serambi tadi malam tidak mau terlalu jauh memberi komentar terkait kasus yang sedang dihadapi kliennya.

Mukhlis hanya menjawab singkat saat ditanyai terkait pernyataan polisi yang menyebut kliennya menjalankan bisnis investasi bodong.

"Saya tidak mau berdebat dengan penyidik. Kita lihat saja nanti kalau mereka punya pemahaman itu investasi bodong, ya silahkan buktikan.

Kami kan punya pendapat juga," kata Mukhlis Mukhtar kepada Serambi yang dikonfirmasi melalui telepon tadi malam.

Mukhlis secara singkat menjelaskan, secara bisnis, pada akhir Januari Yalsa Buotique mengalami collapse (jatuh) karena ada reseller yang curang.

"Di Yalsa ini memang ada beberapa tingkatan, mulai dari owner, reseller, dan member.

Akhir Januari kemarin collapse, ada reseller yang curang, maka sedang dilacak.

Tapi saat itu muncul kasus dan terjadi miss komunikasi antara owner, reseller, dan member hingga ada laporan polisi," terang Mukhlis Mukhtar.

Soal polisi yang sedang melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut, Mukhlis Mukhtar mengatakan pihaknya sangat menghormati hal itu.

"Polisi melakukan penyelidikan sesuai aturan dan hukum yang berlaku, kita menghormati itu," kata dia.

Dia juga menyebutkan, bahwa kliennya saat ini cukup kooperatif dalam memenuhi panggilan polisi. Bahkan owner sendiri bermaksud untuk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan.

"Tapi negara kita adalah negara hukum, mungkin pelapor punya perspektif lain, cuma konsekuensi hukum itu akan merugikan semua pihak.

Proses hukum dan tindakan penyitaan itu akan menghancurkan semua upaya itikad baik," pungkas Mukhlis Mukhtar yang juga membenarkan bahwa mobil hingga rumah milik owner Yalsa Boutique telah disita polisi.(*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Polisi Sita Mobil dan Rumah Owner Yalsa Boutique, Diduga Jalankan Investasi Bodong, 

Editor: galih permadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved