Breaking News:

Berita Politik

Juliyatmono Deadline Musda 7 DPD II Golkar Maksimal Akhir Februari, Jika Lewat Bakal Diganti Plt

Pengurus Partai Golkar di tujuh daerah di Jawa Tengah terancam dicopot dengan paksa jika tidak segera menggelar Musywarah Daerah (Musda).

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pengurus Partai Golkar di tujuh daerah di Jawa Tengah terancam dicopot dengan paksa jika tidak segera menggelar Musywarah Daerah (Musda).

Sekretaris DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Juliyatmono menjelaskan, kepada segenap DPD tingkat kabupaten dan kota untuk segera menggelar Musda.

"Kami beri waktu hingga akhir Februari," katanya saat Musda Partai Golkar Karanganyar di Hotel Alana, pada Senin (22/2/2021).

Juliyatmono yang juga menjabat sebagai Bupati Karanganyar mengingatkan, apabila tidak segera menggelar Musda, kepengurusan akan diambil alih oleh pengurus DPD I.

"Nanti ketua DPD II di kabupaten dan kota akan kami ganti dengan Plt," ujarnya.

Adapun kabupaten dan kota yang belum melaksanakan adalah Purworejo, Temanggung, Wonosobo, Purbalingga, Banyumas, Rembang, dan Pati.

"Masih ada 7 kabupaten yang belum melaksanakan Musda," jelasnya.

Aklamasi di Karanganyar

Sebelumnya, putra Bupati Karanganyar Juliyatmono, Ilyas Akbar Almadani terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Karanganyar.

Terpilihnya Ketua AMPG itu saat diselenggarakannya Musyawarah Daerah (Musda) di Hotel Alana Colomadu, Senin (22/2/2021).

Adapun untuk meraih suara mutlak, setidaknya harus mendapat suara dukungan sebanyak 50 persen dari anggota perwakilan.

Di antaranya 17 pimpinan kecamatan, 1 anggota DPD I Jawa Tengah, 1 perwakilan dari organisasi mendirikan dan yang didirikan, 1 perwakilan dari organisasi sayap dan 1 dari DPD Karanganyar.

Ilyas sendiri meraih dukungan 18 suara dari 22 perwakilan, sehingga mencapai lebih dari 50 persen kuota forum alias aklamasi.

Menurut Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Juliyatmono, ke depannya ketua baru akan membuat formatur kepengurusan guna menghadapi peta politik Karanganyar.

"Kita harapkan pengurus baru bisa lebih dinamis ditambah lagi saat ini target suara adalah para milenial," ungkapnya.

Sebagai anak dan ayah, Juliyatmono yang sempat menjadi Ketua DPD II Golkar Karanganyar itu tidak mempermasalahkan apabila ada yang menyebut hal tersebut sebagai politik dinasti.

"Silakan itu pendapat masyarakat, tapi kami lakukan ini sesuai dengan aturan partai yaitu suara terbanyak," jelasnya.

Dalam musyawarah itu juga masih ada satu pimpinan kecamatan yang absen, yaitu dari Jumantono.

Menanggapi hal itu, Juliyatmono tidak mempermasalahkan dan menganggap itu sebagai fenomena demokrasi biasa.

"Tidak masalah itu hak pribadinya," ujarnya.

Aklamasi di Sukoharjo

Sebelumnya, Sarjono resmi menggantikan posisi Giyarto sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sukoharjo yang telah menjabat selama dua periode.

Sarjono terpilih secara aklamasi, pada Musda X DPD Partai Golkar Sukoharjo, Rabu (9/9/2020).

Menurut ketua SC Musda Agus Sumantri, Sarjono terpilih secara aklamasi lantaran dalam Musda hanya ada satu calon, sehingga langsung ditetapkan.

"Pendekatan partai Golkar sudah melalui musyawarah mufakat hanya ada satu calon dan semua mendukung," kata Agus.

Untuk selanjutnya sesuai tata tertib, Sarjono selaku ketua terpilih mendapatkan kesempatan sekitar 2 minggu untuk menyusun kepengurusan melalui tim formatur yang beranggotakan 5 orang.

Giyarto berpesan, agar ketua yang baru mampu meneruskan tongkat estafet kepimpinan, sehingga bisa membawa Partai Golkar ke arah yang lebih baik.

Seperti yang diketahui, pada Pilkada Sukoharjo 2020, Partai Golkar telah merapatkan barisan dengan mengusung Paslon Etik Suryani-Agus Santosa (EA).

"Harapan saya ketua yang baru ini bisa menereskan rekomendasi yang sudah keluar dari DPP untuk Pilkada Sukoharjo," kata Giyarto.

Dalam Musda X itu, dihadiri juga dibuka oleh Sekjen DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah, Juliyatmono.

Dalam sambutannya, Juliyatmono itu meminta para kader Golkar mampu bekerja ekstra keras agar bisa menaikan perolehan kursi Partai Golkar dalam Pileg mendatang.

Serta mewanti-wanti kader partai Golkar agar tetap tegak lurus dengan keputusan dari DPP Partai Golkar.

"Kalau kami dengar ada kader yang membelot saya pantau dan saya pecat," tegas Juliyatmono

Sementara itu ketua terpilih, Sarjono dalam sambutanya menyatakan siap mengemban amanah sebagai ketua DPD Partai Golkar.

Dia akan membawa Partai berlogo beringin itu kearah yang lebih baik lagi, dan bekerja lebih maksimal.

"Kami siap bekerja maksimal guna menaikkan jumlah kursi di DPRD Sukoharjo dari lima menjadi 10 kursi," katanya.

Sarjono sendiri saat ini masih aktif menjabat anggota DPRD Sukoharjo. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Ada 7 DPD II Golkar Jateng Belum Musda, Diberi Waktu hingga Bulan Ini, Jika Tidak Ketua Diganti Plt

Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved