Breaking News:

Berita Sragen

Kabupaten Sragen Vaksin Paling Awal se-Eks Karesidenan Surakarta

Sebanyak 10.000 vaksin Covid-19 datang di Kabupaten Sragen pukul 05.00 WIB hari ini, Senin (22/2/2021).

Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani --
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada Kepala Satpol-PP Sragen Heru Martono, Senin (22/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Sebanyak 10.000 vaksin Covid-19 datang di Kabupaten Sragen pukul 05.00 WIB hari ini, Senin (22/2/2021). Vaksin diambil langsung oleh tim Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen.

"10.000 vaksin datang tadi pagi jam 05.00 WIB. Kita ambil ke Dinkes Provinsi Jateng, kalau tidak mengambil kita tidak dapat," Kata Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Senin (22/2/2021).

Sempat beredar kabar, vaksinasi Covid-19 di Sragen akan ditunda karena hingga Minggu sore, vaksin belum datang ke Dinkes Provinsi Jateng.

Yuni mengaku pihaknya mendapatkan kabar bahwa vaksin telah datang ke Jateng pada pukul 22.00 WIB. Sehingga keesokan harinya pihaknya langsung mengambil vaksin Sinovac tersebut.

Sementara untuk vaksinasi tahap kedua untuk ASN inii, Yuni mengaku berjalan dengan lancar. Besok tinggal melanjutkan pegawai pemerintah untuk pelayanan publik termasuk pedagang hingga wartawan.

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini, Kabupaten Sragen menjadi Kabupaten pertama yang melakukan vaksinasi di wilayah Soloraya.

Hal itu disampaikan pengawas vaksinasi dari Dinas Kesehatan Provinsi, Sigit Almunanto ketika melakukan pengawasan di Kantor UPTPK hari ini.

"Untuk Sragen ukuran saya paling awal dibandingkan teman-teman di eks Karisidenan Surakarta. Mereka hari ini sedang simulasi tapi Sragen berlari dengan cepat."

"Insyaallah ini bermakna untuk bangsa kita dan kita segera keluar dari pandemi Covid-19," kata Sigit.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Hargiyanto mengatakan pihaknya dalam vaksinasi tahap kedua telah mengajukan sebanyak 33.177 orang.

Namun data yang sudah masuk ke database sebanyak 24.100 sasaran. Hargi mengatakan sasaran lainnya akan terdata secara bertahap.

"Kita mengajukan 33.177, tapi yang sudah masuk dalam database sasaran itu ada 24.100 yang lainnya bertahap. Setiap hari kita masukkan, sangat banyak data nanti sisanya pasti setiap hari akan tambah," katanya.

Hargi mengatakan penerima vaksin akan mendapatkan sertifikat jika datanya sudah masuk dalam sistem. Namun untuk masuk ke sistem tersebut Hargi mengatakan tidak bisa cepat, namun pihaknya optimistis akan terpenuhi.  (*)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved