Breaking News:

Berita Batang

Kebutuhan Tenaga Kerja KIT Batang Capai 150 Ribu Orang, Pemkab Siapkan Aplikasi Batang Karir dan BLK

Pemkab Batang saat ini tengah menyiapkan aplikasi berbasis website yakni Batang Karir dan BLK.

Dok
Kepala Badan Koordinas Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia didampingi Bupati Batang Wihaji mengamati maket miniatur bangunan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Ketanggan, Kabupaten Batang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang saat ini tengah menyiapkan aplikasi berbasis website yakni Batang Karir dan BLK.

Hal itu untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.

Pasalnya, Bupati Batang Wihaji menyatakan dalam kurun waktu 5 tahun kedepan KIT Batang kebutuhan tenaga kerja mencapai 150 ribu orang.

“Pemkab sudah membuat aplikasi Batang karir berbasis website, tujuannya untuk memenuhi tenaga kerja di KIT Batang,” tutur Wihaji, Selasa (23/2/2021). 

Wihaji mengatakan nantinya semua perusahaan baru yang berdiri di Batang perekrutan tenaga kerjanya akan menggunakan aplikasi tersebut. 

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Batang Suprapto menambahkan Aplikasi Batang Karir mengutamakan warga Kabupaten Batang yang dibekali keterampilan melalui Balai Latihan Kerja (BLK). 

“Kalau ada pencari kerja ada kesenjangan dengan kebutuhan pabrik, di sini Pemkab siapkan beberapa pelatihan-pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) yang menyesuaikan kebutuhan pabrik,” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini Pemkab Batang sudah menyiapkan lahan 2,4 hektare untuk gedung BLK. 

“Tanah lahan BLK sudah di matangkan karena bekas sawah, Penyusunan DED (Detail Engineering Design), Amdal lalin dan Feasibility Study sudah dibuat,” ujarnya.

Dikatakannya, menurut perencanaan dari Pemerintah Pusat gedung BLK akan di bangun pada tahun 2021 dengan daya tampung per tahun sekitar 2800 orang yang akan dilatih. 

“Kalau sesuai Perpres nomor 79  tahun 2019 dan Perpres Nomor 109 tentang Proyek Strategis Nasional anggaran pembangunan BLK dari Pemerintah Pusat, tapi karena ini strategis jadi mau tidak mau Pemkab Batang juga berupaya merealisasikan BLK,"jelasnya.

Ia menambahkan, BLK sebagai upaya menjembatani antara kesenjangan kebutuhan pabrik dengan ketrampilan tenga kerja. 

“Kalau tidak dijembatani dengan pelatihan, tenaga kerjanya banyak tetapi pabrik tidak bisa menerima sehingga agar bisa diterima syaratnya membangun BLK, untuk pelatihan calon tenaga kerjanya,” pungkasnya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved