Breaking News:

Berita Karanganyar

Kegiatan yang Mengundang Massa di Karanganyar Harus Izin Satgas Desa dan Kecamatan

Kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa harus mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 tingkat desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono. 

Penulis: Agus Iswadi

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kegiatan yang berpotensi mengumpulkan massa harus mendapatkan izin dari Satgas Covid-19 tingkat desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jati Wibowo menyampaikan, dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro ini dalam upaya penegakan disiplin, pemantauan, edukasi menjadi kewenangan Satgas tingkat desa dan kecamatan

"Dulu penegakan langsung Satpol PP, sekarang PPKM mikro penegakan ada di Satgas desa dan kecamatan. Yang mengeluarkan rekomendasi atau izin dari kecamatan. Penegakan disiplinnya oleh Satgas desa dan kecamatan. Kalau mengalami kesulitan, minta tolong Satpol PP," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Ilyas Putra Juliyatmono Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua DPD Golkar Karanganyar 2021-2025

Baca juga: Cerita Makam Klodran Karanganyar Bikin Merinding: Kain Kafan Pocong Terlihat Hingga Jenazah Hanyut

Baca juga: DKK Karanganyar Ambil 9.000 Dosis Vaksin Untuk Penyuntikan Nakes dan Petugas Pelayanan Publik

Baca juga: Harga Ular Piton Sebesar Paha Manusia yang Ditemukan Warga Jaten Karanganyar: Langsung Kami Jual

Dia mencontohkan, apabila di desa tersebut ada kegiatan yang melanggar dan dibiarkan, penegakan disiplin menjadi tanggung jawab Kades.

Pasalnya belum lama ini ada acara gantungan burung di satu kecamatan yang dibatalkan karena belum dapat izin.

Menurutnya, efektifnya kebijakan PPKM mikro tergantung Satgas di tingkat desa dan kecamatan

Di sisi lain, meski kewenangan menjadi tanggung jawab Satgas desa dan kecamatan, Yophy meminta supaya mengedepankan upaya preventif dalam penegakan disiplin protokol kesehatan.

"Dikasih arahan dulu, dipantau. Kalau masih melanggar diminta menyesuaikan aturan. Kalau masih tidak bisa baru dibubarkan," ucapnya.

Baca juga: Tingkat Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Karanganyar Tidak Sampai 50 Persen

Baca juga: Eksotisnya Air Terjun Studio Alam di Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Kandang Karanganyar

Baca juga: Diprotes Warga, Pemilik Ternak Babi di Karanganyar Minta Tenggat Waktu Untuk Sterilisasi Kandang

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengungkapkan, pemerintah tidak melarang masyarakat menyelenggarakan kegiatan. Dengan catatan mematuhi aturan dan protokol kesehatan.

"Kegiatan di fasilitas umum itu kan diizinkan asalkan pesertanya 50 persen dari kapasitas, protokol kesehatan dijaga dengan baik.  Tetap harus dijaga dan ditaati. Satpol PP akan mendampingi dan menegur bila terjadi potensi pelanggaran," ungkapnya. (Ais).

Caption: Bupati Karanganyar, Juliyatmono. 

Penulis: Agus Iswadi
Editor: rival al-manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved