Breaking News:

Berita Semarang

Kejati Jateng Maksimalkan Program Jaksa Masuk Kampus, Beri Edukasi Hukum ke Mahasiswa

Tim Intelijen Kejati Jawa Tengah menggembleng 12 mahasiswa magang agar lebih paham tentang hukum.

Istimewa
Jaksa Kejati Jawa Tengah memberikan pemaparan tentang hukum kepada para mahasiswa dalam program Jaksa Masuk Kampus (JMK), Selasa (23/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Untuk memaksimalkan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan Jaksa Masuk Kampus (JMK) di tengah pandemi Covid-19, Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menggembleng 12 mahasiswa magang agar lebih paham tentang hukum.

Kegiatan dilakukan secara luring dengan mener

Jaksa Kejati Jawa Tengah memberikan pemaparan tentang hukum kepada para mahasiswa dalam program Jaksa Masuk Kampus (JMK), Selasa (23/2/2021).
Jaksa Kejati Jawa Tengah memberikan pemaparan tentang hukum kepada para mahasiswa dalam program Jaksa Masuk Kampus (JMK), Selasa (23/2/2021). (Istimewa)

apkan protokol kesehatan yang ketat di ruang PIP Kantor Kejati Jateng, Selasa (23/2/2021).

Para mahasiswa itu berasal dari tiga kampus. Mulai Universitas Negeri Semarang (Unnes), Unika Soegijapranata Semarang dan Universitas Diponegoro (Undip). Para mahasiswa dibekali materi tentang pengenalan tugas dan kewenangan institusi kejaksaan.

Kasi Penkum Kejati Jateng, Bambang Tejo menyebutkan, sejak 2015 lalu, Kejati telah menyelenggarakan program tersebut. Langkahnya menggunakan pendekatan persuasif dengan konsep belajar dan bermain serta komunikasi dua arah.

"Program JMS dan JMK menyasar sekolah hingga perguruan tinggi agar mereka terhindar dari tindak pidana ITE, anti bullying, dan terhindar dari masalah hukum," kata Bambang.

Nantinya, lanjut Bambang, ketika mereka sudah dibekali dengan pengetahuan hukum, diharapkan mampu menyeleksi kenakalan-kenakalan yang berbuntut ke meja hijau. Dengan begitu sebagai generasi penerus bangsa bisa taat hukum.

Bambang juga berharap para mahasiswa tidak saling menghina atau mengintimidasi sesama, lebih menghargai dan dapat menggunakan teknologi sesuai dengan kebutuhan di bidang ilmu pengetahuan.

"Harapannya mahasiswa dapat menaati hukum dan menjauhi larangan. Kami juga akan terus bekerja hingga menjangkau semua sekolah dan kampus di Jateng," ujar Bambang.

Dalam memberikan pengarahan materi, Bambang menghadirkan dua jaksa fungsional yakni Yunie Prawestie dan Firmansyah. Menurut keduanya, peran mahasiswa sebagai agen perubahan anti korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) sangat penting dalam memahami hukum.

"Sehingga materi-materi yang diberikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi diri pribadi mereka. Para dosen juga diharapkan dapat terus memberikan bimbingan dan ilmu, serta contoh yang baik kepada mahasiswa, agar ke depan bersama-sama mencegah dan menghindari terjadinya KKN," harapnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved