Breaking News:

Pendidikan

Ketua PGRI Jawa Tengah Inginkan Seleksi PPPK Hasilkan Guru Bermutu

PGRI berkomitmen membantu guru-guru honorer agar lebih siap menghadapi tes PPPK nanti. Digelarlah simulasi dan bimbingan tes seleksi.

Istimewa
Pengurus PGRI Jawa Tengah memberikan simulasi dan bimbingan tes seleksi PPPK bagi guru honorer di SLCC PGRI Jawa Tengah, Senin (22/2/2021). 

Penulis: M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah menggelar simulasi dan bimbingan tes seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru honorer.

Simulasi dan bimbingan tes yang dimulai dari Senin (22/02/2021) hingga 9 Maret 2021 di Ruang SLCC PGRI Jawa Tengah ini bertujuan agar para guru honorer peserta seleksi memiliki kesiapan lebih baik agar bisa lolos seleksi PPPK nanti.

64.000 guru honorer dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah mengikuti simulasi dan bimbingan tersebut yang digelar secara virtual tersebut.

"Ini adalah bentuk komitmen PGRI membantu guru-guru honorer agar lebih siap menghadapi tes PPPK nanti," kata Ketua Pengurus PGRI Jawa Tengah, Muhdi, saat membuka simulasi dan bimbingan seleksi PPPK secara virtual, Senin (22/2).

Baca juga: Banyak Gerak Buat Ibu Hamil Bisa Perlancar Persalinan, Benar Gak Sih?

Baca juga: Video Warga Datangi Balai Desa Karangmoncol Pemalang Tuntut Dua Perangkat Desa yang Selingkuh

Baca juga: Bunda Nina Memahami Hakikat Rezeki setelah Baca Buku Kembali ke Titik Nol

Dikatakannya, sesuai penjelasan Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) beberapa waktu lalu, anggaran untuk PPPK ini sudah disiapkan oleh pemerintah pusat.

Saat itu diungkapkan kuotanya satu juta guru, tetapi yang diusulkan daerah baru sekitar 460 ribuan. Karena itu Muhdi berharap daerah segera mengusulkan jumlah guru PPPK sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

"Pendidikan adalah pilar kemajuan suatu bangsa melalui penciptaan sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk pembangunan bangsa. Pendidikan bermutu hanya bisa diwujudkan oleh guru-guru yang bermutu. Dan guru yang bermutu itu adalah guru yang dijamin profesionalitasnya, kesejahteraannya, dan dilindungi hak-haknya," ujarnya.

Muhdi menambahkan, kenyataanya selama ini banyak guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun tidak memiliki jaminan perlindungan yang jelas, meskipun pada sisi yang lain mereka dituntut menjalankan tugas dan fungsi yang sama dengan guru-guru PNS.

Karenanya, pengurus PGRI Jawa Tengah beserta seluruh jajaran PGRI tingkat provinsi, kabupaten/kota dan cabang terus berupaya sungguh-sungguh membantu para guru honor agar memiliki status dan jaminan masa depan yang jelas.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved