Breaking News:

Berita Karanganyar

177 Bhabinkamtibmas di Karanganyar Ikuti Pelatihan Tracer Covid-19

177 Bhabinkamtibmas dari jajaran Polres Karanganyar mengikuti pelatihan tracer Covid-19 di Mapolres.

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Pelatihan tracer Covid-19 bagi Bhabinkamtibmas jajaran Polres Karanganyar di Mapolres Karanganyar, Rabu (24/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Sebanyak 177 Bhabinkamtibmas dari jajaran Polres Karanganyar mengikuti pelatihan tracer Covid-19 di Mapolres Karanganyar, Rabu (24/2/2021).

Polres Karanganyar menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) untuk memberikan pelatihan kepada para Bhabinkamtibmas terkait pencegahan serta pelacakan kasus Covid-19.

Kasubbag Humas Polres Karanganyar, Iptu Agung Purwoko menyampaikan, pelatihan ini ditujukan untuk membantu para nakes di masing-masing desa/kelurahan dalam melacak kontak erat pasien Covid-19.

"Bhabinkamtibmas wajib tahu, misal ada klaster hajatan, tahu siapa yang rewang dan sebagainya. Makanya ada pelatihan khusus," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com.

Di sisi lain, pelatihan ini juga untuk mendukung penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Terpisah Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) DKK Karanganyar, Winarno menambahkan, pelatihan dibagi menjadi dua hari, hari ini dan Jumat (26/2/2021).

Para Bhabinkamtibmas diberi pemahaman dasar mengenai Covid-19, penyebabnya apa, seperti apa tanda-tandanya dan cara pencegahan dan penularan Covid-19.

"Selain pengetahuan Covid-19, merek dibekali cara tracing atau pelacakan kontak erat. Cara melacak, tujuan tracing apa. Bagaimana pencatatan," ucapnya.

Dia mengungkapkan, kedepannya Bhabinkamtibmas dilibatkan sebagai tracer mendampingi nakes di masing-masing wilayah. Menurutnya, peran dari Bhabinkamtibmas akan mendukung para nakes di desa untuk penanganan Covid-19.

"Mereka lebih tau kondisi dan situasi lingkungan masing-masing dan kalau ada penolakan tracing dari masyarakat maka sangat diperlukan bantuan Bhabinkamtibmas. Kan sering ditemui penolakan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan tracing. Protokol pemakaman pendekatannya lebih enak. Kadang didatangi aja ada penolakan," pungkasnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved