Breaking News:

Modernisasi Kerajaan, Arab Saudi Kini Izinkan Wanita Bergabung dalam Militer

peran militer di angkatan darat, angkatan udara, angkatan laut, angkatan rudal, dan layanan medis bersenjata sekarang akan terbuka untuk perempuan.

Editor: Vito
Al Bawaba
Pangeran Arab Saudi, Mohammad Bin Salman 

TRIBUNJATENG.COM, RIYADH - Kerajaan Arab Saudi sekarang mengizinkan wanita untuk bergabung dengan militer. Langkah itu merupakan bagian dari upaya memodernisasi kerajaan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Melansir Daily Mail pada Selasa (22/2), peran militer di angkatan darat, angkatan udara, angkatan laut, angkatan rudal, dan layanan medis bersenjata sekarang akan terbuka untuk perempuan.

Mereka akan dapat bergabung di peringkat apa pun antara prajurit dan sersan, jika mereka berusia antara 21 dan 40, serta tidak memiliki hukuman pidana.

Mereka yang ingin masuk dalam pasukan wanita itu juga tidak boleh menikah dengan warga negara non-Saudi, dan harus memiliki pendidikan sekolah menengah agar memenuhi syarat untuk mendaftar.

Lapangan kerja perlahan-lahan terbuka bagi perempuan di Arab Saudi, ketika bin Salman berupaya meningkatkan citra negaranya di luar negeri.

Proyek 'Vision 2030' yang diusungnya berharap dapat menarik investasi asing dengan memodernisasi banyak kebiasaan kuno kerajaan.

Sekarang sudah wajar melihat wanita Arab Saudi bekerja sebagai kasir di toko, meja tunggu, dan kedai kopi. Padahal, belum lama ini, profesi itu masih dilarang.

Namun, terlepas dari reformasi yang memungkinkan perempuan untuk bekerja, mengemudi, dan bepergian secara mandiri, hak-hak perempuan masih menjadi masalah utama di tengah tindakan keras baru-baru ini terhadap para pembangkang. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved