Breaking News:

Berita Semarang

Sugiyono ke Polda Jateng, Laporkan Pemukulan Saat Penggusuran Cebolok

Penggusuran rumah hunian di Cebolok berujung pelaporan di Polda Jawa Tengah.

Tribun Jateng/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Sugiyono tengah laporan ke Polda Jateng karena dipukul saat terjadinya penggusuran di Cebolok. Dirinya paparkan terjadinya pemukulan saat penggusuran. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penggusuran rumah hunian di Cebolok berujung pelaporan di Polda Jateng.

Hal ini dikarenakan satu di antara pengacara warga Cebolok Sugiyono diduga dipukul saat terjadinya penggusuran pada Kamis (18/2) lalu.

Sugiyono mengatakan saat penggusuran dirinya sedang mendampingi warga dan menanyakan kepada kepala Satpol PP mengenai surat tugas maupun perintah. Namun dia dihalangi sekolompok orang yang tidak diketahui asal usulnya.

"Saat itu ada Satpol PP, kepolisian, dan TNI. Namun saat itu terjadi pembiaran ketika saya dipukul," ujarnya, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya, pukulan itu mengenai bagian bibirnya, rahang, dan dadanya. Jumlah orang mengkritik bekisar 20 hingga 30 orang.

"Pengeroyokan terjadi di kerumunan. Karena waktu itu saya masuk ke dalam kerumunan menanyakan siapa surat tugas yang bertanggungjawab disitu," jelasnya.

Pelaporan di Polda, kata dia, dilakukan pada Senin (22/2). Saat ini kasus tersebut ditangani bagian Ditreskrimum.

"Saat itu Kepala Satpol PP Fajar Purwoto pergi saat akan bertanya. Kemudian stafnya bernama Marthen juga pergi. Saya minta perlindungan ke Kepolisian juga tidak perlindungan. Tidak ada satu pun Instasi yang melindungi," tuturnya.

Ia menuturkan bukti yang diserahkan ke kepolisian berupa Visum Et Repertum (VER), dan rontgen thorax. 

Sementara itu ketua Ikadin DPD Jateng, Rangkey Margana mengatakan ada beberapa permasalahan yang terungkap saat terjadinya penggusuran yakni penganiayaan anggotanya yaitu Sugiyono, penganiayaan terhadap warga, dan rumah warga yang dirusak. 

"Tanah itu (Cebolok) merupakan tanah wakaf yang disertifikatkan perorangan," ujarnya.

Oleh sebab itu, ia sebagai bagian DPD Ikadin Jateng mewakili warga Cebolok akan melayang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) kepada Walikota Semarang, Satpol PP, dan pemilik tanah tersebut. Hal ini dikarenakan pemilik tanah tersebut masih simpang siur.

"Nama pemilik si A tapi yang menggusur si B. Terus tanah wakaf tidak bisa dibeli siapapun, " tuturnya. (*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved