Breaking News:

Berita Batang

Berisiko Tinggi, Pentingnya Jaminan Sosial Bagi Nelayan

BP Jamsostek Cabang Batang kembali mensosialisasikan program BPJS bagi warga non karyawan.

Tribun Jateng/Dina Indriani
Kepala BPJamsostek Kantor Cabang Batang Bambang Indriyanto menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) tenaga kerja yang meninggal dunia karena sakit saat berlayar, Kamis (25/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - BP Jamsostek Cabang Batang kembali mensosialisasikan program BPJS bagi warga non karyawan sesuai dengan program jaminan sosial yang diikuti.

“Nelayan penting mengikuti jaminan sosial karena nelayan merupakan pekerjaan yang berisiko tinggi,” kata Kepala BPJamsostek Kantor Cabang Batang Bambang Indriyanto, Kamis (25/2/2021).

Dia menjelaskan bagi pekerja bukan penerima upah, ada 3 program jaminan sosial yang diberikan BPJamsostek, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua.  Namun yang diwajibkan hanya dua program yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

“Adapun untuk manfaat Jaminan Kerja, manfaat pertama yaitu biaya pengobatan akan ditanggung BPJamsostek 100 persen sampai dengan sembuh dan tidak ada batasan, dengan ruang lingkup dari rumah ke tempat kerja kemudian pulang kerumah.

Manfaat kedua, apabila teradi resiko BPJamsostek akan memberikan santunan tidak mampu kerja,” jelasnya.

Dia menambahkan, untuk mendapat perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja nelayan hanya perlu mengumpulkan KTP dan membayar iuran perbulan sebesar Rp16.800.

Ia berharap agar para nelayan dan seluruh pelaku usaha di kelautan dan perikanan sadar akan pentingnya jaminan sosial.

"Instansi terkait juga dapat memberikan kontribusi positif dan mendorong para pelaku usaha utk memenuhi kewajibannya memberikan perlindungan berupa program BPJamsostek pada nelayan dan ABK serta pelaku usaha lainnya," imbuhnya.

Sementara, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Batang Teguh tarmujo mengatakan, dengan hadirnya BPJamsostek ini nelayan dapat memperoleh perlindungan yang layak dan tidak berbelit-belit.

“Selama ini asuransi nelayan proses pencairannya panjang dan santunan yang didapat cuma berkisar sepuluh juta sehingga anggota lebih sering mengumpulkan dana sendiri untuk sumbangan bagi nelayan yang mengalami kecelakaan," ujarnya.

Dia berharap kepada pemilik atau pengurus kapal bilamana akan berlayar, segera lindungi ABK dan bilamana terjadi perubahan ABK segera daftarkan menjadi peserta BPJamsostek. Sehingga apabila terjadi sesuatu mereka dilindungi oleh BPJamsostek. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved