Breaking News:

Diprotes Demonstran, Retno: Indonesia Bersama Rakyat Myanmar

Para pengunjuk rasa marah karena Jakarta dikabarkan mempertimbangkan negosiasi dengan junta militer terkait dengan kudeta.

Kemenlu
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi 

"Dewan Pemerintahan Negara milik militer bukan pemerintahan kami yang sah," kata satu peserta, Seinn Lae Maung.

Datang dengan menggambar bendera Myanmar di wajahnya, ia menyerukan supaya Jakarta bersedia mendengarkan suara rakyat.

Adapun, Menlu Retno Marsudi, menyatakan, dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Myanmar, U Wunna Maung, Indonesia mencoba berkontribusi dalam mencari penyelesaian terbaik untuk situasi yang terjadi di Myanmar saat ini.

Satu di antaranya adalah melakukan shuttle diplomacy, yakni memberi peluang keterlibatan pihak luar selaku penengah antara pihak-pihak yang berselisih.

Dalam pertemuan itu, Retno membahas beberapa isu bilateral, termasuk perkembangan di Myanmar dan rencana persiapan pertemuan ASEAN.

Retno mengatakan, Thailand memiliki posisi khusus dalam masalah ini, karena berbatasan darat sepanjang kurang lebih 2.400 km dengan Myanmar, dan sekitar 2 juta orang Myanmar tinggal di Thailand. 

Retno juga kembali menyampaikan posisi Indonesia yang konsisten dalam menyuarakan keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar, memulihkan transisi demokrasi yang inklusif, dan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip yang ada di dalam Piagam ASEAN.

"Kami juga membahas rencana penyelenggaraan pertemuan ASEAN. Thailand sudah menyampaikan persetujuannya. Sejauh ini, negara-negara ASEAN telah menyampaikan komitmen dukungan terhadap rencana penyelenggaraan pertemuan para Menlu ASEAN," jelas Retno.

"Dalam pertemuan yang saya lakukan dengan U Wunna, saya menyampaikan secara konsisten posisi Indonesia. Indonesia concern terhadap perkembangan situasi di Myanmar, kemudian safety and wellbeing of the people menjadi prioritas nomor satu."

"Oleh karena itu, kami meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan kekerasan untuk menghindari kemungkinan terjadinya korban dan pertumpahan darah," tegasnya.

Retno mengungkapkan, diperlukan sebuah kondisi yang kondusif, antara lain berupa dialog rekonsiliasi trust building. Ia juga menyampaikan Indonesia akan bersama dengan rakyat Myanmar. (Kompas.com/Tribunnews)

Editor: Vito
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved