Breaking News:

Berita Tegal

Ditanya Mengenai Kelanjutan Program Meterisasi di Kabupaten Tegal, Uwes: Masih Tahap Pendataan

Program Meterisasi (kegiatan memasang meteran listrik) yang diinisiasi oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal terus berjalan.

Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Kepala Dishub Kabupaten Tegal, Uwes Qoroni, saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (25/2/2021). 

Penulis: Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Program Meterisasi (kegiatan memasang meteran listrik) yang diinisiasi oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal terus berjalan. Namun sampai saat ini masih dalam tahap pendataan. 

Dikatakan oleh Kepala Dishub Kabupaten Tegal, Uwes Qoroni, berdasarkan data tagihan dari PLN ke BPKAD jumlahnya ada 1.137 tagihan atau ID pelanggan.

Dari jumlah 1.137 ID pelanggan ini tersebar di enam rayon yaitu Tegal Timur, Tegal Kota, Slawi, Randudongkal, Balapulang, dan Pagerbarang.

"Kami sudah mendata enam rayon tadi, nah saat ini sedang dirumuskan untuk program meterisasi. Tahapannya didata terlebih dahulu seluruh ID pelanggan yang ada di Kabupaten Tegal, setelah sudah masuk semua kami olah untuk program meterisasi," terang Uwes, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (25/2/2021).

Bagi yang belum mengetahui apa itu program meterisasi? Uwes menjelaskan, meterisasi adalah program untuk menghitung pengeluaran listrik bagi ruas-ruas atau jaringan penerangan jalan umum (PJU) yang masih berlangganan (abonemen).

Adapun pada tahun 2021 program meterisasi diprioritaskan untuk wilayah Tegal Timur. Meliputi wilayah Kecamatan Kramat, Suradadi, Warureja, dan Kedungbanteng.

"Membahas anggaran yang dibutuhkan untuk program meterisasi ini jika kami hitung sekitar Rp 17 miliar. Jumlah tersebut sudah untuk semua rayon yang saya sebutkan tadi ada enam. Sehingga nantinya jaringan di Kabupaten Tegal dimeterisasi semuanya, baik yang sudah berlangganan ataupun yang liar," jelasnya.

Untuk pengerjaan meterisasi tahun pertama di rayon Tegal Timur, menurut Uwes pihaknya sudah mengalokasikan dana sekitar Rp 1 miliar.

Dikatakan program ini seharusnya sudah dimulai sejak tahun 2020 kemarin, namun karena ada refocusing anggaran sehingga baru bisa terealisasi tahun 2021 di wilayah Tegal Timur.

"Kami sudah mendapat informasi bahwa akan ada refocusing lagi pada tahun 2021 ini. Alokasinya 8 persen dari dana transfer yang dikirim pusat ke kami. Tapi kami belum tahu pasti kapan pelaksanaannya, namun jelas direfocusing," tegas Uwes.

Uwes berharap, dengan adanya program meterisasi ini bisa mengetahui seberapa besar penggunaan listrik di wilayah Kabupaten Tegal.

Mengingat setiap bulannya dari PLN mengklaim atau memberikan tagihan listrik. 

"Jadi kedepan saat Pemda membayar tagihan listrik misal sekian juta VA maka harus benar atau memang dipakai, dan bergantung mana yang menyala atau tidak. Intinya program meterisasi ini akan dilakukan bertahap," imbuhnya.

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved