Ahmad Sukino Meninggal
Harap Tak Ada Kerumunan Saat Pemakaman, Putra Ahmad Sukino Minta Ayahnya Didoakan
Anak Ahmad Sukino, Muhammad Fathin Habibibullah mengatakan mendiang mulai menjalani perawatan seusai kehilangan kesadaran, Rabu (24/2/2021).
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Majelis Tafsir Al-Quran (MTA) Kota Surakarta kini tengah berkabung.
Salah seorang pembina MTA Kota Surakarta, Ahmad Sukino meninggal seusai menjalani perawatan di RSUD Dr Moewardi sekira pukul 03.30 WIB.
Anak Ahmad Sukino, Muhammad Fathin Habibibullah mengatakan mendiang mulai menjalani perawatan seusai kehilangan kesadaran, Rabu (24/2/2021).
"Kemarin siang tiba-tiba beliau hilang kesadaran, terus kami antar ke rumah sakit," kaya Fathin, Kamis (25/2/2021).
"Setelah diobservasi, tim dokter mengatakan ada serangan stroke," tambahnya.
Fathin menuturkan selama ini, mendiang tidak menunjukkan gejala stroke.
Kehilangan kesadaran mendiang kemarin membuat keluarga terkejut.
"Alhamdulillah beliau selama ini cukup baik, makanya kemarin begitu tiba-tiba hilang kesadaran kami juga terkejut," tuturnya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, mendiang sempat bercengkrama dengan keluarga.
"Pagi kita masih bercengkerama. Biasalah aktivitas pagi," ucap Fathin.
Diterapkan Protokol Kesehatan Ketat
Jenazah Ahmad Sukino rencananya disemayamkan terlebih dulu di Kantor Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA), Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis (25/2/2021).
Dari informasi yang dihimpun TribunSolo.com, Sosok yang juga merupakan Pembina MTA Solo tersebut diberangkatkan dari RSUD Dr Moewardi Kota Solo.
Jenazah Ahmad Sukino akan disemayamkan di Kantor MTA Kota Solo sekira pukul 10.00 WIB.
Putra Ahmad Sukino, Muhammad Fathin Habibibullah mengatakan selama persemayaman, protokol kesehatan akan dijalankan secara ketat.
"Karena kita sedang situasi pandemi Covid-19, tentu semaksimal mungkin menaati protokol kesehatan," kata Fathin.
"Jangan sampai justru kita mengabaikan protokol kesehatan, karena bagaimanapun juga kesehatan tidak kalah penting," tambahnya.
Minta Didoakan
Fathin berharap tidak ada kerumunan massa di kawasan MTA Solo maupun di tempat pemakaman.
Rencananya, mendiang Ahmad Sukino akan dimakamkan di Pemakaman Muslim Kaliboto, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar.
Jenazah akan diberangkatkan dari Kantor MTA sekira pukul 12.00 WIB.
"Keluarga intinya mengimbau, yang pertama mohon doanya saja semoga beliau diterima oleh Allah SWT," kata Fathin.
Disalatkan dari Ambulans
Jenazah Ahmad Sukina tiba di kawasan kantor Majelis Tafsir Al-Qur'an (MTA) Kota Solo pukul 09.25 WIB.
Jenazah Pembina MTA Kota Solo tersebut dibawa menggunakan mobil ambulans RSUD Dr Moewardi.
Para petugas tampak mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa baju hazmat hingga masker berlapis.
Jenazah Sukina lalu dibawa ke Jalan Kartini, Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo.
Akses jalan tersebut sampai ditutup sementara lantaran digunakan untuk Salat Jenazah.
Para peziarah langsung menempati lokasi Salat Jenazah dan tetap mengenakan masker.
Mobil ambulans kemudian diparkirkan di depan lokasi Imam Salat.
Ketua MTA Kota Solo, Suharto menjadi imam dalam Salat Jenazah Ahmad Sukina.
Namun, mobil tersebut disemprot terlebih dulu menggunakan disinfektan oleh petugas kesehatan.
Peti jenazah Sukina tidak diturunkan dari mobil ambulans namun jendela kecil tetap dibuka sedikit.
Imam hanya bisa mengumandangkan salat dari jendela tersebut.
Salat Jenazah kemudian selesai sekira 10 menit kemudian.
Jenazah langsung dibawa ke Pemakaman Muslim Kaliboto, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Jenazah Ahmad Sukina Tiba, Langsung Disalatkan Tanpa Turunkan Peti Dari Ambulans dan Kabar Duka: Pimpinan MTA Solo Ahmad Sukina Berpulang, Terkena Serangan Stroke
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pimpinan-pusat-majelis-tafsir-al-quran-mta-ahmad-sukino-tangkapan-layar-dari-mtatv.jpg)