Breaking News:

Berita Semarang

Kualitas Dosen Berbagai Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah Masih Rendah

Jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah saat ini masih ada 245 perguruan tinggi.

Istimewa
Kepala LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Muhammad Zainuri (kiri), bersama Sekretaris LLDikti, Lukman (kanan), memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Kamis (25/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di Jawa Tengah saat ini masih ada 245 perguruan tinggi. Namun, kualitas para dosen di berbagai perguruan tinggi untuk jenjang jabatan akademik, terbilang masih rendah.

Dari data Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, sampai 25 Februari 2021, jumlah dosen berdasarkan jabatan fungsional di PTS yang ada di Jawa Tengah terdiri dari 97 guru besar (profesor), 973 lektor kepala, 2.955 lektor, dan 4.207 asisten ahli.

"Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa kualitas dosen PTS jenjang jabatan akademik masih rendah. Untuk melakukan penyelamatan, peningkatan serta optimalisasi proses pembelajaran di perguruan tinggi, kami (LLDikti Wilayah VI--red) melaksanakan pendampingan secara langsung," kata Kepala LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Muhammad Zainuri, di kantornya, Kamis (25/2/2021).

Pada 2021 ini, pendampingan secara langsung dilakukan ke seluruh perguruan tinggi yang berada di 29 kabupaten dan 6 kota di Jawa Tengah. Salah satu pendampingan yang dilakukan adalah percepatan pengusulan jabatan fungsional untuk dosen yang berstatus tenaga pengajar atau belum memiliki jabatan fungsional dosen, maupun dosen yang naik jenjang jabatan fungsional baik ke lektor, lektor kepala, serta profesor.

Zainuri menuturkan, fokus pendampingan dilakukan pada dosen yang berstatus tenaga pengajar atau belum memiliki jabatan fungsional dosen yang saat ini sejumlah 5.265 dosen dari 13.495 dosen atau 39 persen dari seluruh dosen tetap di LLDikti Wilayah VI.

"Untuk memberikan apresiasi terhadap kesejahteraan dosen, pemerintah memberikan perhatian dengan pemberian insentif sertifikasi dosen," ungkapnya.

Sampai dengan Januari 2021, sebanyak 5.728 dosen sudah diberikan tunjangan sertifikasi dosen dengan nilai lebih dari Rp 185 miliar. Dan yang memiliki jabatan professor diberikan pula tunjangan kehormatan untuk 86 profesor dengan nilai lebih dari Rp 3 miliar.

"Pemberian tunjangan akan terus ditingkatkan pada tahun 2021 bagi dosen yang sudah memiliki jabatan fungsional dan lulus seleksi," jelasnya.

Sekretaris LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah, Lukman menambahkan, selain memberikan tunjangan sertifikasi dosen, pemerintah melalui Kemenristek/BRIN membantu dosen untuk melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat. Di mana pada tahun 2020 telah disalurkan 765 proposal hibah penelitian dengan nilai Rp 44,862 miliar.

Untuk hibah pengabdian telah disaluran 81 proposal pengabdian masyarakat dengan nilai Rp 7,082 miliar. Nilai tersebut mengalami penurunan dari 2019 karena adanya pemotongan anggaran terkait pandemi Covid-19.

"Pendanaan penelitian dan pengabdian akan diupayakan untuk meningkat, mengingat budaya penelitian untuk PTS di Jawa Tengah masih belum dilaksanakan oleh semua PTS," papar Lukman.

Hal ini ditunjukkan dengan 61 perguruan tinggi yang belum masuk klaster penelitian baik mandiri, utama, madya dan binaan sebagai persyaratan untuk memperoleh hibah penelitian.

Berdasarkan kondisi tersebut, lanjut Lukman, LLDikti Wilayah VI pada tahun 2021, mengadakan program pendampingan untuk perguruan tinggi agar bisa menyusun renstra dan rencana induk penelitian.

"Selain itu, juga menyusun proposal penelitian yang luarannya dalam bentuk publikasi di jurnal dan memfasilitasi supaya perguruan tinggi dapat terakreditasi maupun bereputasi internasional jurnalnya," pungkasnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved