Breaking News:

Berita Semarang

Pendekatan Karakter Siswa Selama Pandemi SMK Kimia Industri Theresiana

Pandemi berkepanjangan membawa dampak psikologis bagi siswa, mengalami kejenuhan dan perubahan karakter.

Istimewa
SMK Kimia Industri Theresiana mengadakan rangkaian kegiatan Webinar & Parenting dengan tema "Pendekatan Karakter Siswa selama Pandemi" bagi guru-guru SMP. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pandemi yang berkepanjangan membawa dampak psikologis bagi siswa. Sejumlah mengalami kejenuhan serta perubahan karakter akibat proses pembelajaran jarak jauh yang sudah berlangsung selama hampir satu tahun, tepatnya sejak 16 Maret 2020 hingga saat ini

SMK Kimia Industri Theresiana mengadakan rangkaian kegiatan Webinar & Parenting. Webinar dengan tema “Pendekatan Karakter Siswa selama Pandemi” bagi guru-guru SMP.
SMK Kimia Industri Theresiana mengadakan rangkaian kegiatan Webinar & Parenting. Webinar dengan tema “Pendekatan Karakter Siswa selama Pandemi” bagi guru-guru SMP. (Istimewa)

Menyikapi hal ini, SMK Kimia Industri Theresiana mengadakan rangkaian kegiatan Webinar & Parenting. Webinar dengan tema “Pendekatan Karakter Siswa selama Pandemi” diadakan bagi guru-guru SMP. Sedangkan parenting dengan tema “Pendekatan Karakter Anak selama Pandemi” diadakan bagi orang tua siswa SMK Kimia Industri Theresiana.

Narasumber kegiatan webinar & parenting adalah CVR Abimanyu S.Psi, M.Psi merupakan dosen di Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Ketua Center of Trauma Recovery dan pembimbing ekstrakurikuler Public Speaking di SMK Kimia Industri Theresiana Semarang.

"Rangkaian kegiatan ini kami adakan karena masa pandemi yang berkepanjangan pasti berdampak pada psikis anak karena pola pembelajaran yang berubah sedangkan tuntutan terhadap anak untuk berprestasi selalu tinggi tapi belum bisa memahami tingkat stress anak", ujar Yovita Dyah Endrati Retnosekar, ST, M.Si kepada tribunjateng.com , Rabu (24/02/21).

Dari kegiatan webinar & parenting ini, peserta mengetahui bahwa perubahan karakter siswa disebabkan karena adanya shock atau keterkejutan akibat pemberlakuan sistem pembelajaran jarak jauh yang mendadak akibat pandemi

"Stres yang dialami siswa mempunyai beberapa tingkatan, yang terpenting adalah siswa dapat melakukan managemen stres karena apabila siswa berada pada tingkat stress yang ideal, maka performa kerja dan belajar mereka akan optimal. Tingkat stres ideal siswa dapat diketahui melalui melalui pendampingan dari orang tua maupun guru, untuk itu diperlukan keterbukaan antara anak, orang tua dan guru, oleh sebab itu baik guru dan orang tua perlu mengetahui kesukaan anak, termasuk game yang disukai. Guru dan orang tua bisa mengarahkan aktivitas kegiatan positif melalui gadget," terangnya. (*)

Penulis: Hermawan Handaka
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved