Breaking News:

Puisi

Puisi Angsa-angsa Ketapang Bernard Batubara

Puisi Angsa-angsa Ketapang Bernard Batubara: aku tak bisa membayangkan diriku, adik perempuanku, dan adik lelakiku sebagai tiga ekor angsa yang hidup

GRAMEDIA.COM
Bernard Batubara 

Puisi Angsa-angsa Ketapang Bernard Batubara

TRIBUNJATENG.COM - Puisi Angsa-angsa Ketapang Bernard Batubara:

Angsa-angsa Ketapang

aku tak bisa membayangkan diriku, adik perempuanku, dan
adik lelakiku sebagai tiga ekor angsa yang hidup di rumah
kami, karena kami tak membagi dada kami untuk dijadikan
sebaskom kecil nasi sisa dan kami lahap bersama, kami tak
berjalan subuh hari menembus pagar rumah yang rusak,
mencari sekawanan embun berkilau yang beterbangan
setiap sehelai daun ketapang jatuh dari rantingnya, kami
tak pernah melompat menceburkan diri ke kolam ikan
dan berseru kegirangan, mengibas-ngibaskan sayap di
dalam air berwarna kuning, berharap sekawanan ikan
kecil berenang mendekat, kami bukan tiga ekor angsa yang
tahu kapan harus pulang kembali ke kandang, kandang
kecil tempat seharusnya kami tidur bersama, dan aku tak
bisa membayangkan diriku sebagai angsa tertua yang
melebarkan sayapnya, memeluk dua ekor angsa lain, meski
seluruh daun di pohon ketapang yang lahir di rumah kami
berguguran dan tak akan pernah tumbuh lagi.

tapi angsa paling bungsu sudah telanjur tidur pulas sekali, ia
tersenyum, sayapku tak ada di sana.

(*)

Penulis: iam
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved