Breaking News:

Berita Banjarnegara

Puncak Hari Jadi Banjarnegara Ada Pengajian Virtual Bersama Gus Miftah

Budhi pun mengklaim prioritas pembangunan infrastruktur telah membawa dampak bagi pembangunan di sektor lain, termasuk ekonomi

TribunJateng.com/Khoirul Muzaki
acara ngobrol bareng Bupati Banjarnegara di pendopo Kabupaten Banjarnegara, Kamis (26/2/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Perayaan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara ke 450 berbeda dari biasanya. Jika tahun lalu, Hari Jadi dirayakan dengan gegap gempita, masyarakat tumpah ruah di kota, kini pemandangan itu tidak tampak lagi. 

Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara ke 450 diperingati secara sederhana. Ini mengingat Pandemi Covid 19 yang masih berlangsung, termasuk di Banjarnegara. Hanya ada beberapa kegiatan peringatan yang diadakan untuk menghindari potensi penyebaran Covid 19. 

Bupati Banjarnegara beserta anggota Forkopimda Banjarnegara menyempatkan berziarah ke makam Bupati Banjarnegara terdahulu. Termasuk, berziarah ke makam  H. Endro Soewarjo di kompleks Makam Kasepuhan Desa Sewaka Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Rabu 924/2/2021). Endro Soewarjo merupakan Bupati Banjarnegara periode 1986-1991, yang merupakan putra Pemalang. 

"Beliau adalah Bapak Pembangunan di Banjarnegara, yang menggencarkan slogan Gilar-Gilar,” kata bupati.

Sebelumnya, dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi yang sederhana, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono beserta anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) melakukan anjangsana ke kediaman bupati dan wakil bupati yang pernah menjabat, Senin (22/2/2021).

Puncaknya, besok tanggal 26 Februari atau tepat di Hari Jadi, Pemkab akan menggelar Pengajian secara virtual yang akan menghadirkan penceramah kondang Gus Miftah. 

Sementara hari ini,  menjelang Hari Jadi, Pemkab menyelenggarakan acara "Ngobrol Bareng Bupati Banjarnegara tentang Ekonomi Banjarnegara di Masa Pandemi".

Di acara itu, Budhi menunjukkan capaiannya selama ini. 

Ia masih mengunggulkan program pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas kerjanya selama ini. Di tengah pandemi, pihaknya masih bisa menyisihkan anggaran sekitar Rp 200 miliar untuk membangun infrastruktur.  

Padahal, di sejumlah daerah lain, pembangunan infrastruktur terhambat karena kebijakan refocussing  untuk penanganan Covid 19.  

Budhi pun mengklaim prioritas pembangunan infrastruktur telah membawa dampak bagi pembangunan di sektor lain, termasuk ekonomi. 

"Tahun 2020 tinggal sekitar 20 persen yang belum karena pandemi, nanti akan diselesaikan di tahun 2021," katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved