Breaking News:

Liga 1

Selamat, Mantan Pelatih Fisik PSIS Sudah Selesaikan Pendidikan S2

Mantan pelatih fisik PSIS Semarang, Budi Kurnia, sukses melewati sidang thesis S2.

Istimewa
Budi Kurnia saat usai menjalani sidang thesis S2. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mantan pelatih fisik PSIS Semarang, Budi Kurnia pada Rabu (24/2) kemarin, sukses melewati sidang thesis S2 Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Jakarta.

Sembari sibuk menjadi pelatih fisik, Budi Kurnia mema

Budi Kurnia saat usai menjalani sidang thesis S2
Budi Kurnia saat usai menjalani sidang thesis S2 (Istimewa)

ng dalam beberapa musim terakhir membagi fokusnya di bidang pendidikan. Termasuk saat bergabung dengan PSIS pada musim 2018 hingga 2019 lalu.

Budi Kurnia berhasil menyelesaikan pendidikan S2nya dengan mendapat predikat nilai cumlaude atas penelitiannya.

Tesis yang ia susun berjudul 'Pengaruh Metode Latihan yang Berpengaruh Pada Vo2Max di Pasoepati Football Academy (PFA)'. 

"Alhamdulillah ujian saya berjalan lancar, saya kira pengujinya bakal killer dan memberi pertanyaan sulit," ungkapnya.

Ia mengaku tak menemui kendala berarti, sebab penelitiannya juga berkaitan dengan dunia pekerjaannya selama ini sebagai pelatih fisik.

"Alhamdulillah semua pertanyaan bisa saya jawab dengan baik karena berkaitan program latihan, metode latihan yang notabene rutin menjadi pekerjaan saya. Alhamdulillah dosen respek dan memberikan saya nilai cumlaude," kata pria berusia 32 tahun tersebut.

Bagi Budi Kurnia, menempuh pendidikan S2 ini juga merupakan wujud dedikasinya terhadap orang tua. Terutama untuk mendiang sang ibunda.

"Itu yang bikin saya sedikit sakit hati, karena seharusnya dalam kondisi seperti ini ada kedua orang tua saya, khususnya almarhum mama. Papa dan mama saya lah yang minta untuk menyelesaikan kuliah di jenjang S2," kenangnya.

Budi Kurnia memang nyaris berhenti kuliah karena kesibukannya sebagai pelatih fisik.

Di sisi lain, lelaki asal Garut Jawa Barat tersebut sempat putus asa lantaran kendala biaya.

"Saya sempat saya putus harapan karena saya tidak ada penghasilan, harusnya tahun 2020 saya sudah sidang. Karena saya belum bayar SPP maka tertunda. Alhamdulillah bisa terlewati, bulan depan wisuda," ungkapnya. (*)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved