Breaking News:

Berita Tegal

Tak Ada Kirab Toa Pe Kong, Cap Go Meh di Kota Tegal Berlangsung Sederhana 

Umat Konghucu di Kelenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal merayakan Cap Go Meh dengan sederhana.

Tribun Jateng/Fajar Bahruddin Achmad
Umat Konghucu di Kota Tegal, melakukan upacara pemindahan patung dewa dari singgasana ke altar tengah Kelenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal, Kamis (25/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL- Umat Konghucu di Kelenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal merayakan Cap Go Meh dengan sederhana, Kamis (25/2/2021). 

Tidak ada kemeriahan Kirab Gotong T

Umat Konghucu di Kota Tegal, melakukan upacara pemindahan patung dewa dari singgasana ke altar tengah Kelenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal, Kamis (25/2/2021).
Umat Konghucu di Kota Tegal, melakukan upacara pemindahan patung dewa dari singgasana ke altar tengah Kelenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal, Kamis (25/2/2021). (Tribun Jateng/Fajar Bahruddin Achmad)

oa Pe Kong yang sudah menjadi tradisi turun temurun umat Konghucu di Kota Tegal.

Jalan Veteran yang biasanya dipenuhi stan makanan pun sepi. 

Mereka mengganti Kirab Gotong Toa Pe Kong dengan memindahkan sembilan patung dewa dari singgasana ke altar tengah kelenteng. 

Chen Li Wei Dao Chang atau Pendeta Chen Li Wei mengatakan, upacara tersebut merupakan pengganti dari Kirab Gotong Toa Pe Kong. 

Kimsin atau rupang dewa yang biasanya dikirab, kali ini diletakkan di altar utama. 

Jumlahnya ada sembilan kimsin.  Tiga di antaranya dewa utama di Kelenteng Tek Hay Kiong Kota Tegal, yaitu Ceng Gwan Cin Kun, Tek Hay Cin Jin dan Hok Tek Ceng Sin atau Dewa Bumi. 

"Jadi kimsin-kimsin ini yang biasanya dikirab tiap tahun, karena ada pandemi maka tidak bisa.  Maka sebagai ritual untuk mengganti hal tersebut. Kami tempatkan kimsin ini di altar utama dan diadakan upacara sembahyang bersama," kata Chen Li Wei kepada tribunjateng.com. 

Chen Li Wei mengatakan, ditiadakannya Kirab Gotong Toa Pe Kong untuk mencegah terjadinya kerumunan masyarakat.  Terlebih kondisi saat ini masih ada di tengah pandemi Covid-19. 

Ia berharap, upacara dan sembahyang bersama umat di kelenteng menjadi doa keselamatan bersama.  Termasuk sebagai tolak bala. 

Ia juga berdoa supaya Kota Tegal selalu mendapatkan keamanan. 

"Supaya corona berakhir dan para umat mendapatkan rezeki yang berlimpah. Kesehatan semuanya aman," ungkapnya. (*)

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved