Breaking News:

Pencabulan

Dua Kali Jaid Korban Pencabulan Oleh Pelaku yang Berbeda, Psikis Anak 9 Tahun di Sragen Terganggu

Psikis W (9) korban pencabulan S (38) anggota salah satu pencak silat di Sukodono dan tiga pelajar SMP kelas IX terganggu.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rival al manaf
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi pencabulan terhadap bocah 

Penulis : Mahfira Putri Maulani

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Psikis W (9) korban pencabulan S (38) anggota salah satu komunitas pencak silat di Sukodono dan tiga pelajar SMP kelas IX terganggu.

Setelah dua kali mengalami pencabulan. Ayah W, DS akhirnya melaporkan kejadian itu ke pihak berwajib didampingi LBH Mawar Saron Surakarta.

Direktur LBH Mawar Saron Surakarta, Andar Beniala Lumbanraja mengatakan ketika W bertemu dirinya, W langsung diam dan pasif tidak mau menjawab.

"Saat ini W sangat takut dengan laki-laki. Ketika pertama datang ke LBH Mawar dia dan tidak mau cerita. Akhirnya mengobrol dengan tim yang perempuan," katanya.

Baca juga: Pergi ke Dukun untuk Kembalikan Keperawanan, Wanita Ini Malah Jadi Korban Pencabulan

Baca juga: Saya Enggak Sadar seperti Kemasukan Setan, Pengakuan Pelaku Pencabulan Anak di Sukabumi

Baca juga: Korban Curi Ponsel Pelaku untuk Buktikan Aksi Pencabulan Si Penjaga Masjid terhadap 13 Anak

Dia berharap pelaku segera ditangkap agar ada efek jera bahwa perbuatannya tidak pantas.

Mereka takut pelaku masih berkeliaran menjadi predator anak.

Setelah W didampingi Desideria Anindita Sari dari LBH Mawar, W mau menceritakan apa yang telah dia lihat dan dia rasakan.

Pengakuan dari orangtua, W akan marah-marah ketika melihat segerombolan anak-anak muda yang hanya sekedar nongkrong di pinggir jalan.

"Si W ini ketika melihat segerombolan anak-anak muda gitaran atau nongkrong marah-marah sendiri. Takut dan masuk rumah," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved