Breaking News:

KKN Undip

Ini Cara Mahasiswa Undip Nguri-uri Kebudayaan untuk Pemuda Desa di Pati

Mahasiswa dengan dosen pembimbing Dr. Naniek Utami Handayani., S.Si., MT berkeinginan untuk mengubah stigma itu dengan pengenalan dan pembaharuan.

IST
Salah satu lokasi petilasan di Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, yang dikenal dengan nama Mbayang atau among rogo. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kebudayaan menjadi persoalan tabu dan aneh di kalangan kaum muda pada zaman sekarang.

Ziarah dan mengunjungi petilasan leluhur dianggap kuno dan musyrik.

“Apalagi ketika bersinggungan dengan persoalan kebudayaan Jawa, pastinya klenik yang terbesit di pikiran orang-oran,” kata mahasiswa KKN Undip 2021, Irfan Naufal Haris.

Mahasiswa Undip jurusan sejarah yang melaksanakan KKN di Desa Trangkil, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini mempunyai pandangan berbeda tentang kebudayaan.

Ia mengungkapkan, di desa seringkali ditemui banyak situs-situs yang dianggap kuno dan sakral namun tidak pernah terawatt.

Hal ini dikarenakan kesadaran daripada masyarakat sangat kurang.

Doktrin yang terkadang menjadikan masyarakat takut untuk mendekat dengan dalih melenceng menjadi persoalan yang harus diselesaikan.

Mahasiswa dengan dosen pembimbing Dr. Naniek Utami Handayani., S.Si., MT ini berkeinginan untuk mengubah stigma itu dengan pengenalan dan pembaharuan.

“Peran pemuda di desa sangat berperan untuk melakukan revolusi pola pikir,” katanya.

Pemuda desa sendiri merupakan cikal bakal daripada pejabat desa nantinya. Seorang pemimpin yang paham sejarah akan memahami bagaimana mengatur daerahnya nanti.

Program kerja yang dilakukan mahasiswa Undip tersebut adalah dengan menyurvei lokasi-lokasi yang dianggap masyarakat sebagai tempat keramat.

Ia berharap, program ini akan menghasilkan langkah baru dimana belajar tentang sejarah bukanlah pembelajaran yang kuno kolot dan membosankan.

Membawa pembelajaran dengan melaksanakan jelajah sejarah dan menuliskan ke blog dan ke media sosial diharapkan membawa terobosan baru dalam dunia kesejarahan dan akan memantik pemikiran bahwa sejarah juga berperan dalam fungsi pembangunan. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved